Connect with us

Derkuku

Bali Deku Mania Cup Digulirkan 13 Desember: Perang Bintang di Akhir Tahun, Hadiah Sepeda Motor Menanti

AGROBUR Tayang

:

de
PPDSI Bali siap gelar Bali Deku Mania Cup, 13 Desember 2020. Para tokoh beri dukungan penuh.

MENUTUP akhir tahun 2020 yang telah dilalui selama setahun dalam situasi pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan sektor perekonomian, Perhimpunan Penggemar Derkuku Seluruh Indonesia (PPDSI) Daerah Bali menggelar event spektakuler pada Minggu 13 Desember 2020. Lomba bertajuk Bali Deku Mania Cup yang berskala regional ini diputuskan digelar saat latihan bareng, Kamis (22/10-2020) di Lapangan Semar Denpasar, dimana akan memperebutkan hadiah utama sebuah sepeda motor.

Hadir pada latihan tersebut Ketua PPDSI Bali Hariyanto (TA BF), bendahara H Anang AMG (AMG BF), bidang penangkaran Komang Prancis (Rimba BF), ketua panitia Nyaman Sudiana (AD BF), H Salim Andriyanto (Maestro Bali), Suripto dan H Pendik.

Advertisements

Nyoman Sudiana yang ditunjuk secara aklamasi sebagai ketua panitia melalui rapat pengurus PPDSI Bali saat latihan bareng di Lapangan Semar Denpasar, menyatakan selama pandemi Covid-19 penggemar derkuku Bali sudah mengikuti instruksi dan imbauan pemerintah dengan stay at home dan work from home. Pekerjaan dilakukan dari rumah termasuk menyalurkan hobi derkuku dengan melatih burung di rumah masing-masing.

Namun di tengah tatanan kehidupan era baru (new normal) dimana masyarakat bisa beraktivitas produktif dengan disiplin mematuhi protocol kesehatan aman Covid-19, PPDSI Bali menggelar lomba sekaligus bersilaturahmi di antara penggemar derkuku, tidak saja untuk menghidupkan dunia derkuku yang berdampak pada tumbuhnya sektor ekonomi kerakyatan, juga untuk menumbuhkan semangat di tengah pandemi Covid-19 yang telah memporak-porandakan di semua sektor kehidupan.

Para deku mania Bali siap turunkan gaco-gaco terbaiknya

Ketua PPDSI Bali Hariyanto menambahkan event di akhir tahun diselenggarakan selain menumbuhkan rasa guyub rukun dan gotong-royong di antara penggemar derkuku khususnya dalam ikut menanggulangi pencegahan penyebaran Covid-19, juga sebagai wujud syukur di tengah pandemi yang hampir berlangsung setahun sejak awal 2020, dengan perjuangan pemerintah daerah dan pusat bersama seluruh elemen masyarakat kini mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Terlebih telah ditemukannya vaksin Corona. ‘’Kami bersama-sama anggota PPDSI Bali urunan untuk menggelar Bali Deku Mania Cup yang pergelarannya secara ketat menerapkan protokol kesehatan aman Covid-19,’’ terang Hariyanto.

Baca Juga  Super Meriah di Road to Anniversary Elang Hitam BC, Perang Bintang di Latber Rasa Lomba

Menurut rencana, lanjut Hariyanto lomba akan digelar Minggu 13 Desember 2020 di lapangan Pengwil P3SI Bali di Sanur Denpasar. Lomba bakal memperebutkan doorprize utama sebuah sepeda motor. Ada juga tv led, kipas angin, kompor, strika, jam dinding dll. Selain itu, para juara di kelas dewasa senior dan junior berhak mendapatkan trofi eksklusif dan piagam penghargaan.

Sejak diumumkannya rencana pergelaran Bali Deku Mania Cup ini, mendapat perhatian dari deku mania Bali yang siap untuk hadir dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga deku mania Lombok dan Jawa yang siap memenuhi undangan selain untuk berlomba juga berkesempatan jalan-jalan ke Pulau Dewata setelah lama pariwisata Bali ditutup.

Ada sederet gaco yang dipastikan bakal meramaikan Bali Deku Mania Cup yang diprediksi akan menjadi ajang perang bintang. Di antaranya ada Sapujagat  dan  Kala Gemet dari Maestro Bali, Putra AMG dari AMG BF, Gajah Mada dan Raja Rimba dari Rimba BF, Patih Nambi dan Tunggul Ametung dari TA BF, ada Pangeran debutan teranyar Suripto, Bintang Timur, Dragon, Perwira dan gaco-gaco lainnya yang disimpan selama pandemi. Belum lagi  beberapa tokoh deku mania Bali yang mulai bergerilia berburu gaco memang untuk dipersiapkan di ajang Bali Deku Mania Cup yang penuh gengsi ini. ‘’Untuk mensukseskan gelaran ini panitia memastikan bakal menggunakan juri-juri nasional,’’ ungkap Hariyanto.

Sementara H Salim Andriyanto, salah seorang penggemar derkuku yang kini semakin mantap dengan gaco-gaconya mengharapkan agar pergelaran lomba derkuku membudayakan rasa kebersamaan, guyub rukun dan gotong-royong. Karena jika dilakukan secara bersama-sama maka gelaran itu akan terasa ringan. (gde)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Derkuku

Produk B2W BF Sapu Bersih Podium Pertama Latber Dekoe Mania Solo II, Panitia Batasi Jumlah Peserta

Published

on

Kegiatan dekoemania Solo sampai saat ini masih tetap eksis. Salah satu kegiatan yang masih dimunculkan adalah latber. Bertajuk Latber Dekoe Mania Solo II yang digelar pada Minggu, 28 Februari 2021, even yang menempati lokasi di lapangan Depok Manahan Solo, dijubeli oleh peserta.

GLADIATOR orbitan Daud Toni Solo memastikan jadi yang terbaik

H.Bambang HW, salah satu panitia menuturkan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan. Tujuannya agar bisa mengkader juri-juri muda, sehingga panitia tidak terlalu menargetkan berapa jumlah peserta yang hadir. “Selama ini kami hanya memiliki 1 orang juri yakni Siswo, sehingga diharapkan dengan kegiatan seperti ini Solo bisa menambah jumlah juri,” terang H.Bambang HW.

Advertisements

Lewat kegiatan yang sudah tergelar untuk kedua kalinya, Solo berhasil mengkader tiga orang juri muda yakni Bayu, Agung dan Sugeng. Diharapkan dengan kegiatan rutin, pengkaderan juri bisa berlangsung lancar dan sukses. Begitu juga dengan target peserta, panitia tidak terlalu muluk.

PASOPATI orbitan Sukarjo Sleman, raih podim pertama Kelas Pemula

Kehadiran peserta dari Solo bagi panitia sudah lebih dari cukup karena ini hanya sebatas latber dan kondisi pandemi saat ini tidak memungkinkan untuk mengundang lebih banyak peserta karena akan menimbulkan kerumunan massa. “Bukan kami tidak ingin mengundang peserta dari luar, tapi kondisinya tidak memungkinkan,” imbuh H.Bambang.

Sehingga jumlah peserta juga dibatasi. Untuk Kelas Senior membatasi 30 burung sedangkan untuk Kelas Pemula hanya 42 burung. “Kalau tidak kita batasi jumlah peserta yang hadir ke lokasi acara, maka jumlahnya akan membengkak, kasihan jurinya, apalagi bagi juri-juri muda,” lanjutnya lagi.

PESERTA BERPRETASI, mereka yang berhasil meraih juara

Namun demikian panitia juga tidak melarang bagi peserta dari luar Solo yang ingin memberikan dukungan. Gelaran kali ini ada peserta dari Yogyakarta dan Banjarnegara yang ikut memberikan dukungan. “Kedepan kami akan membuka kelas Yunior sehingga memberikan peluang dan kesempatan kepada peserta,” janji panitia.

Baca Juga  Anniversary GP2S 4th Tembus 535 Peserta, Lilo, Kimura, Lembayung, Black Tiger dan Ultimatum Terbaik

Sementara itu, setelah melalui empat babak penjurian, di Kelas Senior berhasil diraih oleh Gladiator orbitan Daud Toni Solo. Menempati nomor kerekan 17, derkuku produk B2W ini tak mampu terjangkau oleh peerta lain. Kemampuannya mengeluarkan suara indahnya membuat juri yang bertugas harus memberikan nilai tertinggi.

REGENERASI JURI, para juri muda dipandu langsung juri senior

Disusul kemudian diposisi kedua, Arjuna andalan Laiman Santoso Solo, derkuku yang dikerek pada nomor 23 ring LMS 720. Diurutan ketiga ada Kombokarno amunisi Sukarjo Sleman Yogyakarta produk ternak B2W 2684, yang menempati nomor kerekan 24. Di Kelas Pemula, kembali produk B2W Bird Farm Yogyakarta tampil paling depan.

Kali ini lewat aksi memukau Pasopati yang diorbitkan Sukarjo. Produk B2W Birid Farm yang bergelang B2W 2646 dikerek pada nomor 44. Diurutan kedua ada Romeo andalan Hartono Banjarnegara, ring JUI 5 yang menempati nomor kerekan 32. Dan tempat ketiga ada Wijoyo amunisi Eko LMS Solo ring LMS 725 pada kerekan 59.

TOKOH DERKUKU lawas lintas kota yang tetap eksis

Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan permintaan ma’af juga disampaikan, jika selama penyelenggaraan ada hal-hal yang kurang berkenan. Sampai jumpa unruk dekoemania pada gealran Dekoe Mania Solo pada putaran berikutnya.

Lanjutkan Membaca

Derkuku

Lomba Besar Deku Mania Bali 2021, Legendaris Tembus Enam Warna, Pujangga Juarai Kelas Yunior

Published

on

de
Legendaris tampil dengan nilai sempurna enam warna, sabet podium utama kelas senior.

Denpasar, mediaagrobur.com – Meski hujan mengguyur kota Denpasar di pagi hari, namun tidak menyurutkan semangat deku mania Bali untuk menghadiri Lomba Besar Deku Mania Bali 2021 yang digelar Minggu, 28 Februari 2021 di Lapangan Semar Denpasar.

Semangat para juara dan panitia untuk meningkatkan imun tubuh dengan salurkan hobi burung

Lomba yang diprakarsai Tunggul Ametung BF ini tetap menyelesaikan empat babak yang disediakan walau gaco-gaco yang ada di kerekan diterpa hujan gerimis. Toh, bagi gaco yang sudah terlatih tetap saja memanggung di depan juri dan peserta yang hadir yang ketat menerapkan protokol kesehatan. Baik memakai masker yang benar selama berlomba, mengatur jarak menonton maupun mencuci tangan sebelum memasuki arena lapangan.

Advertisements
H Salim menerima trofi setelah Legendaris, Sultan Agung dan Sapujagat meraih juara

Di tengah pertarungan yang dihantui hujan, Legendaris milik H Salim Andriyanto dari Maestro Bali sukses memetik nilai sempurna. Sempat kurang kerja di babak pertama lantaran diterpa hujan namun memasuki babak kedua Legendaris yang bergelang Subali ini langsung menyodok nilai lima warna.

Tak masuk juara, pulang tetap tersenyum. itulah pemilik Rimba BF

Usai istirahat, Legendaris kembali menampilkan suara emasnya dengan nilai lima warna dan semakin sempurna  memasuki babak keempat. Cuaca yang mulai rada terang membuat Legendaris tambah ciamik menampilkan suaranya hingga juri memberikan nilai enam warna sekaligus mengantarkan menduduki podium utama kelas dewasa senior.

Saling dukung, karakter penghobi sejati

Legendaris justru bersaing dengan satu timnya Sultan Agung bergelang YNT. Debutan H Salim ini di babak pertama justru meraih lima warna. Sempat tertinggal di babak kedua, namun di babak ketiga dan keempat Sultan Agung semakin eboh dan berhasil mengantongi bendera lima warna sekaligus mengantarkan di poisisi kedua.

Sementara debutan Nyoman Sudiana dari Anugerah Dewata memborong posisi ketiga dan keempat melalui Nakula dan Baladewa. Kedua-duanya berhasil meraih bendera lima warna di babak keempat. Baru di peringkat kelima disabet Sapujagat bergelang YNT adik dari Presiden. ‘’Sapujagat kondisinya lagi ngurak, tapi dipaksakan dikerek biar rame,’’ ucap H Salim.

Baca Juga  Anniversary GP2S 4th Tembus 535 Peserta, Lilo, Kimura, Lembayung, Black Tiger dan Ultimatum Terbaik
Pujangga debutan Hendro dari Dragon BF, tampil terdepan di kelas yunior

Di kelas dewasa yunior, Pujangga milik Hendro tampil terdepan. Bergelang Dragon 95, Pujangga sempat dua kali mendapat penilaian tertinggi dari juri yakni bendera lima warna di babak kedua dan keempat. Sementara tetasan Rimba BF bernama Slendang Merah yang diusung Umar sukses memetik poin sempurna juga setelah di babak keempat mendapatkan nilai lima warna. ‘’Ini pemain perkutut (Umar-red) yang turun di derkuku dan langsung juara setelah bawa tetasan Rimba,’’ kata Hariyanto memberi semangat.

Umar, antarkan Slendang Merah bergelang Rimba sebagai runner up yunior

Ketua PPDSI Bali yang sekaligus Ketua Panitia Hariyanto di akhir lomba mengucapkan terimakasih kepada seluruh deku mania yang sudah menghadiri lomba yang digelar ketat menerapkan protokol kesehatan. Terimakasih juga kepada pihak sponsor yang sudah memberikan dukungan sehingga peserta bisa menikmati undian doorprize. ‘’Mewakili panitia dan juri, kami juga memohon maaf jika selama pergelaran lomba ada hal-hal yang kurang berkenan,’’pungkas Hariyanto, pemilik Tunggul Ametung BF ini. (gde)

Lanjutkan Membaca

Derkuku

Brekele Team, Lebih Asyik Pilih Hobi Kukur Lokal

Published

on

de
Nyoman Sanggaran, penghobi kukur lokal

SETIAP penggemar burung punya pilihan jenis burung karena beberapa alasan yang melatarbelakanginya. Demikian juga dengan Nyoman Sanggaran yang selama ini mengibarkan bendera Brekele Team memilih derkuku atau kukur lokal.

Nyoman Sanggaran menuturkan kukur lokal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi media penyaluran hobi yang mengasyikkan, namun dengan beaya yang murah meriah. Tak hanya harganya murah di pasar tetapi juga mudah didapat di alam. ‘’Cuma untuk mendapatkan kukur lokal yang bersuara istimewa memang agak susah, membutuhkan proses yang panjang. Baik saat memilih, merawat sampai keluar suara pakem lomba. Dan justru di sinilah asyiknya bermain kukur lokal,’’ terang Nyoman Sanggaran yang beralamat di Jalan By Pass Ngurah Rai Sanggaran Denpasar, seberang gerbang perumahan Kodam Udayana.

Advertisements
Pantau suara, kalau kurang masuk kriteria dilepas atau dikasi orang

Karena itu, ketika mengambil dari ombyokan, Nyoman Sanggaran selalu mengambil beberapa ekor. Satu atau dua bulan dipantau ternyata suaranya kurang masuk kriteria lomba maka dilepas lagi, atau dikasi rekan yang suka. Namun tidak sedikit yang didapatkan dari anakan yang kini beberapa sudah menginjak dewasa.

Memilih hobi kukur lokal, kata Nyoman, tak lepas dari keberadaan Classic Bird Community yang secara rutin menggelar lomba kukur lokal. ‘’Apa yang kami pelihara akhirnya bisa diukur kualitasnya melalui lomba yang digelar CBC,’’ ujar Nyoman Sanggaran yang mengibarkan bendera Brekele Team bersama Prored yang selalu menemani di arena lomba.

Duet Nyoman Sanggaraan dan Prored di Brekele Team

Nama Brekele dipilih bukan tanpa alasan. Nama ini muncul karena dirinya selalu merasa kurang atau tetap jelek yang ingin terus belajar dan belajar. Ikut lomba sambil berbagi pengalaman menjadi salah satu jalan untuk menambah pengetahuannya.

Hasilnya lumayan, Brekele berhasil memoncerkan beberapa gacoannya. Di antaranya Semar yang sempat beberapa kali masuk posisi runner up, begitu juga ada Gareng, Petruk dan Bagong yang juga sesekali masuk peringkat. ‘’Jika ada betina yang pas, saya kepingin mengembangkan mumpung masih suasana pandemi Covid,’’  ujar Nyoman Sanggaran yang juga tertarik derkuku klantan. (gde)

Baca Juga  Rapat Persiapan Konkurs 2021 Pengwil P3SI Bali, LPB 2021 Jalan dengan Prokes Ketat

Lanjutkan Membaca