Connect with us

Perkutut

Bali Bagus Cup Berjalan Sukses, Orbitkan Gun’s Roses, Marlin, Zam-Zam dan Kondang

KONBUR Tayang

:

de
Kelas piyik hanging, peserta membludak
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan Team Hercules Malang
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

WALAUPUN musim hujan menghantui Pengwil P3SI Bali untuk menggelar konkurs bertajuk Bali Bagus Cup, namun konkurs berskala latber ini akhirnya terselenggara dengan lancar dan sukses. Sempat terjadi insiden salah satu sangkar peserta terjatuh saat dikerek lantaran kurang erat mengikatkan cantolan sangkar dengan tali kerek, sekaligus kejadian ini mengingatkan agar peserta lebih berhati-hati ketika akan menggantang burung.

Ketua Pengwil P3SI Bali Budi Dharma bersama Sekretaris H Achmad Thosan

Sebelum lomba dimulai, sudah menjadi tradisi Pengwil P3SI bersama panitia melakukan teknikel meeting dengan para juri yang bertugas. Tradisi ini untuk menyegarkan, mengingatkan dan menekankan betapa penilaian juri yang fairplay akan berdampak besar terhadap kemajuan perkututan di Bali. Ketua Pengwil Budi Darma selalu wanti-wanti mengingatkan agar juri bekerja dengan menggunakan hati nurani dan mengedepankan profesionalisme. Jika juri bekerja maksimal, panitia menggelar lomba dengan kemasannya yang menarik dan didukung peserta, niscaya lomba ke depan akan memenuhi harapan seluruh kung mania.

Di bawah komando Sekretaris Pengwil P3SI H Achmad Tosan konkurs Bali Bagus Cup dimulai. Sesaat peluit dibunyikan, di area kelas dewasa senior dua gaco di gantangan 32 dan 45 langsung tancap gas. Tunggul Ametung dan Mr. Black saling menunjukkan kualitas suaranya. Sebelum babak pertama berakhir gaco milik Haryanto dan Team Wins ini mangantongi bendera tiga warna.

Kondang, kembali pertahankan posisi puncak di kelas Dewasa Senior

Memasuki babak kedua, sinar matahari mulai menghangat. Kondang yang berada di gantangan 43 mulai kerja. Pelan-pelan gaco bersuara besar milik Susanto dari PA BF ini satu demi satu mendapat bendera dan bendera tiga warna pun ditancapkan. Di babak ketiga, Kondang bergelang DND ini makin apik. Bendera tiga warna kembali dikoleksinya.

Pemilik Kondang Susanto bersama pemilik Tunggul Ametung Haryanto, posisi satu dan runner up dewasa senior

Ketika memasuki babak keempat, pertarungan di kelas dewasa senior makin sengit.  Selain Kondang yang semakin mantap dengan kualitas suaranya, juga ditunjukkan oleh Tunggul Ametung yang mulai bangkit setelah dua babak ketinggalan. Tunggul Ametung bergelang HK ini pun kembali meraih bendera tiga warna bersama Kondang.

Para jawara di kelas dewasa senior

Dengan tiga kali berturut-turut meraih tiga warna, Kondang berhak menduduki posisi puncak kelas dewasa senior disusul Tunggul Ametung yang dua kali mengantongi bendera tiga warna di posisi runner up dan di posisi ketiga disabet Mr. Black.

M Toha, bersama Zam-Zam juarai kelas dewasa yunior

Di laga dewasa yunior, Zam-Zam yang diusung Abdurahman sukses menduduki podium utama. Zam-Zam bergelang Maestro Bali ini stabil dengan nilai 43 ¼ di empat babak yang diikutinya. Di posisi kedua disabet D’LA milik Ashari yang juga tampil ciamik sepanjang empat babak.  

Para jawara kelas dewasa yunior

Di kelas piyik yunior, pada babak pertama para kontestan masih dipengaruhi cuaca dingin sisa hujan yang turun deras Sabtu (20/11) sepanjang hari. Namun memasuki babak kedua, Marlin milik Wayan Rudiana langsung unjuk suara. Bendera tiga warna pun ditancapkan di bawah tiang 03. Nilai yang sama juga diraih Panama debutan Herlan Susilo yang berada di gantangan 21. Dengan karakter suaranya yang apik Panama bergelang Nero ini pun berhasil menorehan tiga warna.

Marlin milik Rudiana juara 1, disusul Anugerah Cinta milik H Achmad Thosan juara 2 di kelas piyik yunior

Memasuki babak ketiga beberapa kontestan hanya sanggup meraih dua warna hitam atau 43 ¼. Baru memasuki babak keempat Anugerah Cinta yang diusung H Achmad Thosan menunjukkan perfomanya. Setelah tiga babak sebelumnya hanya mengantongi dua warna hitam karena malas berbunyi, di babak keempat Anugerah Cinta bergelang Sapta Pesona ini meraih tiga warna.

Panama debutan Herlan Susilo sabet posisi ketiga kelas piyik yunior

Dengan hasil akumulasi poin yang dikumpulkan, Marlin yang di babak awal mendapat tiga warna berhasil menduduki podium utama disusul Anugerah Cinta di tempat kedua dan Panama di posisi ketiga.

Para jawara piyik yunior

Di laga piyik hanging yang pesertanya harus memantau dari rimbunan rumput, Gun’s Roses bergelang Dewata Bali berhasil menduduki posisi puncak setelah tiga babak 1, 2, dan 3 meraih nilai dua warna hitam. Di posisi kedua disabet Bali Super Star milik Herlan Susilo bergelang Nero BF yang juga meraih tiga kali dua warna hitam di babak 1, 2 dan 4. Sedangkan juara ketiga diraih Raja Salman milik Putu Artha dari Kaba-Kaba bergelang Genta BF. Raja Salman baru bangkit setelah menampilkan suara istimewanya di babak keempat. Beberapa pemain mengungkapkan, para peserta di hanging rata-rata menampilkan kualitas suara yang ciamik, karena cuaca dingin di babak pertama dan sebaliknya panas menyengat di babak berikutnya membuat kontestan malas berbunyi.

Gun’S Roses milik Nengah Widana juarai piyik hanging

Lomba kali ini bertambah semarak, selain para juara menerima trofi eksklusif dari panitia dan seluruh peserta juga berkesempatan mengikuti undian doorprize yang didukung kung mania Bali.

Para jawara piyik hanging

Selain itu, di ajang ini juga digelar lelangan 8 ekor burung perkutut hasil tetasan peternak ternama  Bali dan juga dari hasil kolaborasi peternak Bali yang hasilnya sebagian disumbangkan untuk panitia dan Pengwil P3SI Bali.

Ketua Pengwil P3SI Bali  Budi Dharma didampingi Sekretaris H Achmad Thosan mengucapkan terimakasih kepada seluruh kung mania yang sudah berkenan hadir untuk mengikuti latber Bali Bagus Cup yang diselenggarakan Pengwil P3SI Bali. Terimakasih juga diucapkan kepada semua pihak yang telah mendukung baik membantu doorprize juga burung lelangan yang berkualitas. Semoga apa yang kita lakukan hari ini mendapat imbalan yang setimpal. ‘’Kami mewakili Pengwil P3SI dan panitia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama penyelenggaraan ada hal-hal yang kurang berkenan,’’ pungkas Budi Dharma. (gde)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perkutut

Daftar Juara Irama Agung Cup Jatiroto-Lumajang, Minggu 5 Desember di Lapangan Umbulsari PG Jatiroto

Published

on

Irama Agung Cup Jatiroto Lumajang
IRAMA AGUNG CUP JATIROTO. Ramai jadi ajang persaingan jago-jago Jawa Timur dan Bali.
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan Team Hercules Malang
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Agenda perdana Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut, bertajuk “Irama Agung Cup” Jatiroto, Lumajang.  Dalam rangka tutup giling tahun 2021, Pabrik Gula Jatiroto. Pada hari Minggu 5 Desember 2021, di Lapangan Umbusari, PG Jatiroto. Menjadi persaingan seru, bagi jawara-jawara perkutut dari JawaTimur dan Bali.

Empat babak penilaian, betul-betul dimanfaatkan oleh jago-jago terbaik untuk bisa memboyong tropy kejuaraan. Dan inilah perkutut-perkutut hebat, yang sukses mencatatkan namanya, didaftar kejuraan. Selengkapnya bisa dilihat di box, daftar juara di bawah ini. *agrobur.

Klik untuk memperbesar Daftar Juara.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Data Juara LPJI#2 Prokung Cup, Minggu 05 Desember 2021, Lapangan Ngrenak Yogyakarta

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan Team Hercules Malang
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Minggu, 05 Desember 2021 menjadi agenda gelaran Liga Perkutut Jogja Istimewa (LPJI) #2 bertajuk Prokung Cup. Menempati lokasi di lapangan Ngrenak Yogyakarta, panitia berhasil membuka empat kelas yang meliputi Kelas Dewasa Senior, Dewasa Yunor, Piyik Yunior dan Piyik Hanging.

Benny Kurniawan membagikan masker untuk peserta

Seluruh kelas yang dilombakan terisi penuh oleh peserta yang hadir dari berbagai daerah, tidak hanya tuan rumah, tetapi kung mania dari luar kota, seperti Salatiga, Semarang, klaten, Surabaya, Kebumen, Sidoarjo, Purwokerto, Temanggung, Banyumas, Magelang, Boyolali dan beberapa daerah lainnya.

Suasana penjurian di Kelas Piyik Hanging

Empat babak penjurian juga berlangsung tanpa kendala. Cuaca yang cukup cerah membuat persaingan di arena lomba berlangsung seru dan penuh aksi drama mengegangkan. Sampai akhirnya, juri yang bertugas berhasil menentukan posisi kejuaraan di masing-masing kelas yang mereka ikut.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Juara Di Lapangan Superman Jakarta Utara, Raja Alam Langsung Ditawar H Mahfudi

Published

on

Raja Alam DMT BF Depok
Penawaran Masih Belum Sepakat H Mahfudi, Tono DMT dan Billah Bagus BF
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan Team Hercules Malang
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Kemenangan Raja Alam dieven Komunitas Perkutut Utara di Lapangan Superman, Rorotan Cilincing Jakarta Utara , Sabtu (4/12) semakin menegaskan kestabilan prestasi burung milik Tono DMT BF Depok. Hari itu kembali dia sukses meraih gelar juara pertama dikelas Dewasa Yunior, kemenangannya merupakan rangkaian perjalanan prestasinya yang nyaris berturut-turut.

Produk ternakan DMT BF Depok milik Tono meskipun jumlahnya terbatas,  namun sudah nyata kualitasnya. Duet Raja Alam dan Bejo  hasil ternakannya belakangan sedang mengkilap prestasinya. Keduanya sampai saat ini masih menguasai podium juara dikelas Dewasa Senior dan Yunior. Bahkan, keistimewaan Raja Alam ini yang membuat H Mahfudi, kung mania Jakarta Utara ini begitu kepincut untuk meminangnya.

Boleh jadi H Mahfudi begitu ngebet ingin mentransfer sang gaco, pasalnya dari rekam jejak prestasi Raja Alam yang masih  tergolong burung muda ini  stabil dijalur juara. Hampir setiap pekan belakangan ini selalu menempati rangking teratas dideretan daftar juara. Di Pengda Depok  sendiri sudah mengantongi 3 gelar juara pertama, Di Bogor dua kali juara pertama, di Majalengka pun prestasi yang sama, juga di Bandung dan yang paling gres dieven Lapangan Superman Pengda Jakarta Utara.

Namun sayangnya, tawaran diangka Rp 35 juta yang diajukan kung mania dari Tanjung Priuk ini belum cocok angkanya. “Tadinya kan saya buka lima puluh, tapi nggak papa lah saya lepas diangka 40 juta,” ungkap sang pemilik.

H Mahfudi memantau burung idamannya ini sejak burung tersebut juara dieven Pengda Bogor pekan lalu. Tapi, hingga berita ini ditulis, masih belum ada deal kesepakatan soal mahar yang sudah mereka  saling ajukan ini.

Ada kisah menarik, dari silsilah nama burung tersebut yang dinamainya Raja  Alam. Menurut sang pemilik, burung yang terlahir  dari kandang DMT K-7 juga bermaterikan DMTxDMT ini

pernah lepas dari kandang umbar, dua hari tidak pulang. Dan Tono sang pemilik, saat itu sudah pasrah burung  dianggap hilang. “Namun ternyata akhirnya balik lagi, Alhamdulillah,,” ungkap Tono yang juga Ketua P3SI Pengda Depok yang berdomisili di Jl Tanah Baru, Blok AH 2 (bawah Mesjid) Perumahan Depok Mulya 3,  Depok, mengisahkan perjalanan burung jagoannya ini.

Menurutnya, dari silsilah produk DMT saat ini berbasic indukan yang digunakannya perpaduan trah LUM 8 BF impor yang dipasangkan dengan Pandan Mas. Kemudian dikembangkan dengan materi-materi dari Cristal BF Surabaya, TOP Depok lalu dilengkapi materi-materi ternakan dari Roma BF, WI Depok dan Shasha BF, JC BF serta materi indukan lainnya.

Saat ini di DMT BF lebih dominan pakai materi sendiri. Dipadukan dengan materi ternakan lainnya. Hasilnya, dari materi indukan sendiri menghasilkan anakan-anakan istimewa, seperti Bejo, Raja Alam dan lainnya.  *agrobur.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.