Connect with us

Perkutut

Awong Surabaya : Koh Tieng Bie Lebih Membutuhkan Legendaris

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baru sepekan merasakan kebanggaan dan keberhasilan mengorbitkan Legendaris perkutut miliknya pada podium paling atas kelas bergengsi Liga Perkurut Indonesia 2018 Cinta Satwa Cup Banten, sebagai peraih podium pertama Kelas Dewasa Senior, Awong kini harus merelakan perkutut yang telah membuatnya dikenal diseluruh jagat perkututan tanah air.

Awong rela melepas Legendaris untuk Tieng Bie kung mania Kudus

Pasalnya terhitung sejak Minggu 13 Oktober 2019, Legendaris resmi menjadi milik Ting Bie, mania perkutut asal Kudus Jawa Tengah dengan nilai kesepakatan Rp 400 juta. Perpisahan ini dirasakan oleh Awong sangat berat, namun harus tetap dilakukan. “Dibilang Eman sih eman tapi Koh Ting Bie lebih membutuhkan Legendaris, makanya saya merelakan menjadi miliknya,” terang Awong.

Sebab menurut pengakuannya dan beberspa kung mania yang sempat dekatnya, mengatakan bahwa untuk menemukan perkutut sekelas Legendaris bukan merupakan pekerjaan mudah dan gampang, apalagi sampai mengorbitkannya ke puncak prestasi. Butuh waktu yang tidak sedikit untuk bisa merealisasikannya.

Detik-detik terakhir Legendaris berada di markas AW BF Surabaya

“Mungkin 10 tahun lagi sulit untuk menemukan perkutut seperti Legendaris,” lanjutnya. Namun karena beberapa pertimbangan, salah satunya nilai transkasi yang terbilang menjadi rekor tak over tertinggi dalam dekade sepuluh tahun ke belakangan, maka Awong melepas Legendaris.

Dikatakan pula oleh Awong bahwa Ting Bie sebenarnya memiliki hasrat untuk mendapatkan Legendaris bukan setelah Legendaris moncer di lapangan, tetapi sudah lama mengincarnya. “Kog Ting Bie sudah lama ingin mendapatkan Legendaris sejak usia empat bulan, namun belum berhasil, baru kali ini setelah ada penawaran tinggi, saya berani melepasnya,” lanjut Awong lagi.

Salam perpisahan Awong bersama Legendaris

Seperti yang pernah dikatakan Benny Mintarso, perawat perkutut bergelang Atlas ini, bahwa burung tersebut memiliki prospek bagus dimasa depan. Performa yang ditampilkan bisa lebih dahsyat seiiring bertambahnya usia Legendaris. Saat ini Legendaris masih berada pada usia belum satu tahun, yang artinya burung muda bisa lebih tangguh dan stabil setelah usianya mengalami penambahan.

Jika itu terjadi, artinya performa dan prestasi Legendaris nanti bakal lebih heboh dari saat ini, Awong mangaku justru bangga. “Gua akan merasa bangga jika prestasi Legendaris setelah di tangan Koh Ting Bie bisa lebih bagus, sebaliknya gua justru merasa tidak enak apabila prestasi Legendaris makin jelek,” ungkapnya.

Legendaris, siap terbang ke Kudus bersama tuan barunya

Kini, setelah Legendaris sudah tidak menjadi miliknya lagi, bukan berarti menjadi akhir perjalanan Awong untuk kembali mengukit prestasi apik di arena konkurs. Ternyata, ia mengaku sedang mempersiapkan amunisi baru. Ada lapis kedua setelah Legendaris yang bakal diturunkan di arena lomba guna terus mengeksiskan dirinya sebagai salah satu kung mania yang memiliki prestasi apik.

“Ada burung baru, tapi sekarang belum orbit, masih dipersiapkan. Mudah-mudahan bisa tampil bagus,” imbuhnya merahasiakan produk dari mana perkutut tersebut berasal. Karena saat ini masih dalam proses dilatih, maka target yang bakal dipasang adalah tahun depan sudah bisa dinikmati kemerduan suara dan performanya di lapangan.

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.