Connect with us

Berita Lain

Asosiasi PKBI, Kekuatan Komunitas Penangkar Yang Menjadi Penyeimbang Bagi Pemerintah

KONBUR Tayang

:

Asosiasi PKBI
Bersama Penasehat Asosiasi Penangkar dan Konservasi Burung Indonesia (PKBI) Dr. Ir. H. Lukmanul Hakim, M.Si

Kehadiran Asosiasi Penangkar dan Konservasi Burung Indonesia (PKBI) tampaknya membawa perubahan baru khususnya buat penangkar burung di Indonesia. Asosiasi ini terbuka bagi siapa saja penangkar yang ingin bergabung didalamnya. Seperti apa tujuan  dan visi misinya?

Dibentuk akhir tahun 2019 lalu, asosiasi yang didirikan sejumlah peternak di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan sekitarnya ini digawangi Dwi Setto yang didapuk sebagai ketua umum bersama Ridho Pulungan dan kawan-kawan ini tampaknya tidak hanya sekedar menjadi sebuah wadah  berkumpulnya para penangkar saja.

Seperti visi dan misi serta tujuan awal dibentuknya PKBI ini menjadi kekuatan komunitas yang menjadi penyeimbang bagi pemerintah dalam mengambil keputusan terkait penangkaran. Menjadi jembatan agar mempermudah pengurusan berbagai perijinan penangkaran.

Asosiasi PKBI
Pengurus PKBI

Organisasi yang bisa menjadi media sosialisasi kebijakan pemerintah agar dapat diterima dan difahami oleh seluruh tingkat sosial penangkar Berdiri mandiri tanpa adanya campur tangan dari pemilik modal besar maupun pengaruh pemerintah

Dengan visi mewadahi aspirasi para penangkar dan berusaha untuk menjadi jembatan komunikasi dari penangkar kepada para pemangku kebijakan serta menjadi kekuatan penyeimbang agar regulasi-regulasi bisa berpihak kepada para penangkar di Indonesia, serta dapat membawa dunia perburungan indonesia disegani di dunia internasional.

Misinya membangun organisasi yang bisa menjadi wadah yang kuat untuk bisa menyampaikan aspirasi anggota kepada para pemangku kebijakan. Bisa menjadi media sosialisasi kebijakan pemerintah kepada para penangkar agar dapat diterima dan tersosialisasi dengan baik serta dapat dirasakan oleh anggota, dari anggota dan untuk anggota. Serta Membentuk unit bisnis khusus berbentuk koperasi yang berdaya guna serta dapat bermanfaat bagi organisasi dan mensejahterakan para penangkar yang tergabung didalamnya.

Kehadiran PKBI ini juga merupakan sebuah asosiasi yang diharapkan akan mampu menjawab dan menselaraskan perkembangan kegiatan penangkaran di Indonesia. Teknologi Mobile Aplikasi dirasa perlu untuk memudahkan dalam membantu kegiatan/kebutuhan penangkaran meliputi pendataan anggota, pengurusan perizinan, informasi terkini berhubungan dengan kegiatan penangkaran serta kemudahan lainya.

Asosiasi PKBI

Untuk itu, menurut Dwi Setto,  PKBI  sudah menjalin kerjasama dengan pihak Kukilolink dimana sistem yang dibentuk berupa Breed Computing Cloud (Breed CC) yang akan memudahkan buat seluruh penangkar untuk burung yang dilindungi dan burung yang tidak dilindungi di dalam mengelola management penangkaran, management report pelaporan hanya dalam satu genggaman melalui Android sistem. Sistem ini terintegrasi dengan Pemerintah dalam hal ini LHK.

Aplikasi Kukilolink adalah produk yang dibuat dan dikembangkan oleh CSI (www.cs-indonesia.com), sebuah perusahaan berskala nasional dengan berbagai kerjasama internasional untuk bidang sistem informasi, big data application, data security, smartcard dan biometrics system seperti Infineon Technology yang berbasis di german (https://www.infineon.com/), Innovatrics (https://www.innovatrics.com/), Decard Smartcard Tech, China Telpo Technology (https://www.telpo.com.cn/), dengan berbagai produk yang digunakan pada beberapa perusahaan seperti ; Kereta api Indonesia, Bank Tabungan Negara, Next Smart Indonesia, Bank Nasional Indonesia, Bank Mandiri, Persero Sucofindo, Surveyor Indonesia, Rekayasa Industri, TransJakarta, Damri, Kementerian Perhubungan, Badan Kepegawaian Negara, Industri Kendaran Terminal, Pelindo II, Peruri Digital Security.

“Kami dari PKBI berharap dengan plug in atau kerjasama dalam mengembangkan dunia penangkaran mobile aplikasi kukilolink dapat membantu anggotanya dalam menjawab tantangan masa yang akan datang dibidang penangkaran”,  jelas Dwi Setto ketua umum PKBI.

Selain itu lanjut Dwi Setto, program kerja yang lebih menarik lagi dari PKBI membuat satu wadah Koperasi PKBI yang nantinya akan menunjang segala kebutuhan para anggota untuk anggota. ketua koperasi di pimpin oleh Ridho Pulungan Ssi Apt didalam mengelola semua kebutuhan para penangkar.

Dalam sebuah kesempatan, Penasehat Asosiasi Penangkar dan Konservasi Burung Indonesia (PKBI) Dr. Ir. H. Lukmanul Hakim, M.Si berharap dan menghimbau agar PKBI menjadi asosiasi yang dapat mensejahterakan penangkar terutama membantu penangkar kecil agar supaya ekonomi kerakyatan dapat berjalan dengan baik. H Lukmanul Hakim yang juga merupakan Staff Khusus Wakil Presiden Bidang  Perekonomian Kerakayatan dan Perdagangan ini berharap agar mendorong penggunaan tekhnologi digital agar lebih memudahkan dalam mensosialisasikan informasi terkini dengan cepat. Salam Lestari !   *agrobur4.

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.