Connect with us

Lomba

Arya Busana Cup I Bertabur Hadiah, D’Jineng dan V-Jaya Juara Umum, Tetapkan 6 Burung Terbaik

KONBUR Tayang

:

de
Partai neraka murai batu selalu membludak seperti di Arya Busana Cup I

PERHELATAN Arya Busana Cup I yang digeber Minggu, 21 November 2021 di Gantangan D’tukad Kertalangu Denpasar setelah sebelumnya melakukan road show, berjalan meriah bertabur hadiah. Atas prestasi yang diraih para kontestan, panitia menganugerahkan 6 burung terbaik dan bagi tim dan single fighter yang telah berjuang mengumpulkan poin tertinggi juga mendapat penghargaan juara umum. Mereka yang berhasil menyandang burung terbaik dan juara umum tim dan SF mendapatkan trofi eksklusif dan piagam dari panitia yang dikoordinir Arya SF yang berkolaborasi dengan juri Konservasi Hebat Indonesia atau beken disingkat KHI.

Juara Umum BC dan SF di Arya Busana Cup I

Burung-burung terbaik yang berhasil pada event Arya Busana ini di antaranya Pasopati milik Dewa Oping terbaik di kelas murai batu, Ken Arok milik  Ricky terbaik di kelas anis merah, Monster milik Mr. Ardy terbaik di kelas cucak ijo, Dracula milik D’Yan Samurai terbaik di kelas cendet, Java Jazz milik Nyoman Sumanata terbaik di kelas kacer, dan Rossa milik Hendra terbaik di kelas kenari. Komunitas anis kembang juga mendapatkan penghargaan atas kehadirannya. Sementara D’Jineng berhasil menyabet juara umum tim dan V-Jaya menyabet jara umum single fighter.

Panitia Arya Busana Cup I

Made Ari Arta mewakili panitia dan juri KHI yang bertugas mengucapkan terimakasih kepada selururh kicau mania yang sudah berkenan hadir memenuhi undangan panitia di ajang Arya Busana Cup I. Tentu dalam perjalanan lomba ada hal-hal yang kurang berkenan, untuk itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.  ‘’Dengan kerendahan hati niat kami menggelar lomba untuk menyemarakkan semangat penghobi burung di Bali di tengah pandemi Covid-19 yang sudah mulai melandai. Dengan menyuguhkan kemasan yang spesial ditambah juri-juri yang bertugas lagi sedang fresh setelah melalui diklat dua hari sebelumnya, kami berharap kicau mania bisa menikmati lomba dengan baik sambil liburan hari raya sekaligus bersilaturahmi di antara kicau mania,’’ ujar Made Ari Arta, sang penggagas Arya Busana Cup ini yang dalam keseharian menekuni usaha tenun ikat tradisional endek dan songket Bali.

Kelas anis merah ramai di Arya Busana Cup I

Hujan yang sempat mengguyur wilayah Bali sehari sebelumnya sedikit menghantui lomba Arya Busana. Namun tidak mengurangi semangat kicau mania untuk hadir Minggu pagi. Seperti komunitas punglor kembang, cendet mania, cucak ijo mania, komunitas anis merah yang membludak, begitu juga para murai mania yang berkumpul bersama para tokoh-tokoh murai Bali.

Jawara anis merah di kelas Arya SF

Kelas anis merah Arya Busana mengawali event Arya Busana Cup I. Beberapa kontestan tampak memainkan telernya dengan apik. Namun juri menjatuhkan pilihan pada Ken Arok milik Ricky yang nagen sepanjang penilaian.

Jawara anis merah di kelas pamungkas

Di sesi kedua kelas Arya SF dengan jumlah peserta yang semakin ramai, persaingan bertambah sengit terlebih lagi sederet gaco memainkan telernya dengan apik sambil membawakan lagu-lagunya yang juga ciamik. Juri tak mau gegabah dan tetap suntuk membanding-bandingkan gaco yang satu dengan lainnya. Kelas yang dikenal santun sesuai karakter anis merah yang lembut gemulai, tiba-tiba teriakan mulai membuncah. Beberapa kali juri mengingatkan dan juga panitia sampai-sampai memberikan peringatan sesuai aturan yang sudah ditetapkan hingga berujung diskualifikasi. Namun salah satu pemain menurunkan burung saat lomba sedang berjalan. Kejadian ini sontak menimbulkan kegaduhan hingga di luar gantangan, walau akhirnya berakhir dengan jalan damai.

Ken Arok sabet anis merah terbaik

Penilaian yang tinggal semenit itu akhirnya kembali mengantarkan Ken Arok meraih posisi puncak dan kembali dipepet Narantaka milik Ian Mahayasa di posisi kedua.

Kelas anis merah masih dilanjutkan di kelas Songket & Endek. Kali ini Narantaka tak terbendung melaju ke puncak. Narantaka bersaing dengan Oleg milik Agung Changi dan Layon Sari milik Paxman di posisi ketiga. Ken Arok yang dengan hasil double winners berhak menyandang anis merah terbaik.

Pasopati juarai kelas Arya SF

Di kelas partai neraka murai batu yang membuka 4 sesi, tampak sejak sesi pertama pertarungan gaco-gaco papan atas Bali turun gunung adu gengsi. Achilles milik D’tukad sukses memetik hasil sempurna di kelas Arya Busana. Achilles duel dengan Pasopati yang juga tampil eboh dengan menduduki posisi kedua.

Taksu duduki podium utama di sesi ketiga murai batu

Namun di kelas Arya SF, Pasopati berhasil membalas dan melaju ke podium utama. Kali ini Pasopati berhadapan dengan Raden Mas debutan Mc. Swet dan Batavia debutan Mr. Donik. Di laga ketiga, giliran Taksu milik ARB Jr yang mengorbit ke puncak, menggeser Pasopati ke posisi kedua. Dan Batavia tetap bertahan di posisi ketiga. Masih menyisakan satu kelas lagi, Danapati milik Ajik Saudara berhasil memetik hasil sempurna di kelas D’tukad.

Pasopati sabet murai batu terbaik

Dengan meraup satu poin di posisi puncak dan dua poin di posisi runner up, Pasopati berhak menyandang murai batu terbaik.

Danapati milik Ajik Saudara, sabet juara di murai penutup

Lanjut di kelas cucak ijo, Tombak milik Mr. Fendik berhasil menunjukkan perfoma terbaiknya bersama Monster di tempat kedua. Namun di laga kedua Rock Lee milik Mr. Budi berhasil mengambil-alih podium utama dan kali ini Monster masih bertahan di posisi runner up.

Jawara ijo di sesi kedua

Dan di laga ketiga, gantangan 23 tanpa menyebutan nama dan pemilik burung menduduki posisi puncak disusul Rock Lee di tempat kedua. Dengan hasil ini panitia menetapkan Monster menyandang cucak ijo terbaik.

Monster sabet cucak ijo terbaik

Sementara itu di kelas cendet, Dracula milik D’Yan Samurai sukses memetik hasil sempurna di tiga kelas yang diikutinya. Dracula tampil hattrick setelah mempertontonkan lagu-lagu yang dibawakan dengan posisi nagen satu titik. Dracula yang hattrick dinobatkan sebagai cendet terbaik.

Dracula sabet cendet terbaik

Di laga kacer, Java Jazz milik Nyoman Sumanata berhasil mengantongi dua poin utama atau double winners. Java Jazz sempat mendapat perlawanan dari Moro Seneng milik Mr. Fajar yang sempat di posisi runner up dan puncak kelas KHI yang juga tampil eboh. Java jazz pun ditetapkan sebagi kacer terbaik.

Java Jazz sabet kacer terbaik

Di kelas kenari, Rossa nyaris membabat habis tiga kelas yang diikutinya. Dengan hasil nyeri Rossa milik Hendra berhasil dinobatkan sebagai kenari terbaik. Rossa sempat dibayang-bayangi Taksu Bali yang sempat tertinggal di posisi runner-up di sesi kedua dan berhasil melaju ke puncak sesi ketiga.

Jawara anis kembang

Di kelas komunitas anis kembang, Gandiwa milik Toet Ady memuncaki laga pertama. Di sesi kedua disabet Nasehat milik Sujarwo. Baru di sesi terakhir Sentigi milik Mank O’plyr  berhasil menduduki singasana setelah dua kali sebagai runner up. Atas kehadiran komunitas anis kembang, panitia pun memberikan penghargaan.

Komunitas cucak jenggot

Masih ada kelas LB Fighter, LB Paud, cucak jenggot yang juga tak kalah sengit saat bertarung. Selain para juara menerima trofi dan hadiah pembinaan, setiap kelas juga diundi untuk bisa mendapatkan sembako yang berisi beras, minyak goreng, telor dan mie instan. (gde)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lomba

Buleleng Bangkit Tampil Spesial: Ditinjau Ketua Pengda, Kelas Merah-Murai-Ijo Memanas

Published

on

de
Kelas anis merah ramai di Buleleng Bangkit

EVENT lomba burung bertajuk Buleleng Bangkit yang diprakarsai Pelestari Burung Indonesia (PBI) Cabang Buleleng, Minggu, 5 Desember 2021 di Gantangan Mixmax Singaraja-Bali berlangsung spesial. Tidak saja dieksekusi juri-juri PBI yang baru saja mengikuti diklat dan penjenjangan juri, juga dihadiri Mr. Baim yang sehari sebelumnya secara aklamasi terpilih sebagai Ketua PBI Pengda Bali periode 2022-2026.

Ketua Pengcab PBI Buleleng Mr. Sin dan Ketua Panitia Wahyu Susanto bersama juri PBI yang bertugas

Beberapa sesi awal Ketua PBI Pengda Bali Mr. Baim yang didampingi Wakilnya Mr. Sin yang sekaligus Ketua PBI Cabang Buleleng mengamati jalannya lomba khususnya di kelas anis merah, murai batu dan cucak ijo. Tidak saja memantau kualitas burung yang bertarung juga memantau juri-juri yang sedang bertugas. Sebagai pimpinan PBI Bali yang berduet dengan Mr. Sin, dirinya ingin juri-juri PBI yang bertugas menunjukkan kualitas dirinya baik mental dan teorinya di lapangan sehingga burung-burung yang juara benar-benar burung yang legitimid, diakui peserta.

Ketua Pengda PBI Bali Mr. Baim memantau dengan seksama burung yang bertarung

Sementara, sebagai Ketua PBI Cabang Buleleng, Mr. Sin yang didampingi Ketua Panitia Wahyu Susanto mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah berkenan hadir meramaikan Buleleng Bangkit setelah hampir dua tahun istirahat karena pandemi Covid-19 yang mewajibkan tidak menggelar lomba yang menimbulkan keramaian. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Ketua Pengda PBI Bali Mr. Baim yang hadir memantau langsung jalannya lomba setelah sehari sebelumnya mengikuti musda dan rakerda PBI Bali di Buleleng. ‘’Kami juga menyampaikan permohonan maaf jika selama penyelenggaraan lomba ada hal-hal yang kurang berkenan,’’ papar Mr. Sin.

Ken Arok, Jikmang 87 dan Jerink raih kemenangan di kelas anis merah NN A

Ditegaskan, Buleleng Bangkit digelar di pengujung tahun 2021 ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat bertujuan untuk menyemangati kicau mania Buleleng khususnya untuk menyongsong dunia perburungan di era new normal. Dengan kembali menggairahkan lomba burung diharapkan perekonomian Buleleng khususnya pecinta burung semakin menggeliat.

Angling Darma juarai di sesi kedua anis merah

Lomba tepat dimuai pukul 12.00 Wita diawali dengan kelas anis merah new normal A. Para aniser tumpah ruah hadir yang hanya membatasi 36 gantangan. Sesaat naik para kontestan mulai unjuk gaya, namun tidak sedikit yang tidak mau show. Di akhir penilaian Ken Arok yang diusung RCK berhasil memenangkan perlombaan. Ken Arok dengan sangkar berlis tebok warna merah ini bersaing dengan Jik Mang 87 yang menempati posisi kedua.

Pegasus ambil alih podium di sesi ketiga anis merah

Di laga kedua jumlah peserta tetap bertahan. Angling Darma milik Dewa Oka berhasil mendominasi koncer A disusul Sak Ade milik Dw Nuriawan di tempat kedua. Di babak ketiga, Pegasus debutan Mr. Koming mengambil alih podium utama bersanding dengan Sak Ade yang bertahan di posisi kedua.

Pahlawan milik Jon Pantau tak terbendung duduki singasana leg pertama murai batu

Memasuki partai neraka murai batu, antusias peserta untuk turun di kelas murai batu new normal A begitu tinggi. Pahlawan debutan Jon Pantau dari Duta Piala Kerajaan Kediri ini tampil eboh. Tembakan yang dimuntahkan secara beruntun tembus sampai ke luar arena. Gaya meniru kacer dengan bukaan mulut yang lebar melesatkan suara garangnya membuat juri berpaling melihat perfomanya. Pahlawan pun akhirnya mendapat koncer A penuh sekaligus mengantarkan naik podium utama.

Monster juarai kelas utama murai batu

Di posisi kedua disabet Murka yang juga tampil edan. Debutan Komang Jaya dari Nirwana BC ini selain memainkan rolingan beragam lagu juga piawai menyempurnakan dengan tembakan-tembakannya.

Kamasutra sabet juara di sesi ketiga murai batu

Di laga kedua, suasana semakin panas. Monster yang ketinggalan di sesi pertama tiba-tiba menunjukkan kegarangannya dengan bermacam tembakan dari cililin, kapas tembak, love birdan hingga gereja tarung. Monster milik Mr. Ady pun menduduki posisi puncak. Murka masih bertahan sebagai runner up disusul Timah Panas di tempat ketiga.

Monster sabet murai batu ring silver PBI

Di laga ketiga, ada Kamasutra milik Ngurah Adhis yang mengambil alih terdepan. Kamasutra bersanding dengan Aventador yang juga tampil apik.

Senopati tampil terdepan di sesi cucak ijo NN A

Namua ada yang istimewa di kelas murai batu dimana gelaran PBI selain wajib membuka kelas murai batu ring, juga ada kelas khusus murai batu ring silver PBI, yang pada event ini dihadiri hampir 20 ekor murai. Monster akhirnya berhasil menduduki posisi puncak dan sekaligus double winners setelah di sesi kedua juga mengantongi hasil sempurna.

DL Juarai cucak ijo NN B

Memasuki kelas cucak ijo, Senopati milik Mr. Setiawan dari Kurcin BC sukses melaju ke puncak. Walau sang pemilik sempat was-was kurang pantauan juri, namun kenyataannya Senopati berhasil tampil terdepan. Di laga kedua DL milik Agung Dinamo mengambil alih podium utama bersanding dengan Singagara debutan Mr. Doble.

Singagara sabet cucak ijo sesi penutup

Ketika babak ketiga dibuka, Singagara pun berhasil menyisihkan lawan-lawannya dan mendulang satu poin juara 1.

Jawara love bird

Di event ini juga diramaikan para love bird mania yang mengantarkan Ramadhan milik Mr. Hadi membabat dua kelas dan hanya menyisakan buat Pentol di sesi penutup.

Jawara cendet

Ada juga kelas cucak jenggot yang menampilkan Sniper dan Nirvana di posisi puncak, kelas kenari yang mengantarkan Rossa double winners, dan kelas cendet yang mengorbitkan Buntala double winners.

Jawara cucak jenggot

Di sesi penutup, Mr. Sin mengucapkan terimakasih kepada dewan juri PBI yang bertugas yang sudah melaksanakan tugas secara maksimal sehingga sepanjanag perlombaan tidak ada satu pun peserta yang komplin. (gde)

Jawara kenari
Jawara cucak jenggot B

Lanjutkan Membaca

Lomba

Musda & Rakerda PBI Bali, Mr. Baim Secara Aklamasi Terpilih Sebagai Ketua Pengda Bali

Published

on

de
Peserta Musda dan Rakerda PBI Bali di Singaraja, Sabtu, 4 Desember 2021.

MUSYAWARAH Daerah (Musda) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pelestari Burung Indonesia (PBI) Daerah Provinsi Bali 2021 secara aklamasi memilih Mr. Baim atau I Gusti Ngurah Made Darmayana, S.H., M.Kn. sebagai Ketua Pengda PBI Bali periode 2022-2026. Musda yang mengusung tema ‘’Bulatkan Tekad Menuju Perubahan serta Merealisasikan Visi dan Misi PBI’’ ini diselenggarakan di Cozy Resto Buleleng, pada Sabtu, 4 Desember 2021, sehari sebelum gelaran BULELENG BANGKIT G36 yang akan digelar di Lapangan Mixmax, Singaraja.

Hadir pada Musda dan Rakerda tersebut yakni pengurus PBI Pusat yang diwakili Wahyudi, penasehat PBI Bali Rudianto, pengurus PBI Pengda Bali periode 2018-2022, pengurus PBI Cabang Jembrana, Tabanan, Buleleng, Badung, Denpasar, Gianyar, dan Bangli, fungsional juri, peternak, dan peninjau.

Mr. Baim, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PBI Bali 2022-2026

Setelah pembacaan laporan pertanggungjawaban pengurus PBI Bali periode 2018-2022 yang diterima seluruh pengcab dan kepengurusan dinyatakan demisioner, dilanjutkan pembacaan tata tertib pemilihan ketua dan penunjukan pimpinan sidang musda. Peserta menunjuk Rudianto sebagai pimpinan sidang didampingi Haryono. Ketika pimpinan sidang menyampaikan kepada seluruh pengcab yang memiliki hak suara untuk menyampaikan pandangan calon, ketujuh pengurus cabang saat menyampaikan pandangannya hanya tertuju pada satu calon yakni pada Mr. Baim. Sehingga ketika pimpinan sidang menyampaikan ke seluruh peserta apakah setuju memilih Mr. Baim memimpin PBI Pengda Bali, dan secara gemuruh meneriakkan setuju Mr. Baim dipilih sebagai Ketua PBI Pengda Bali periode 2022-2026.

Seluruh cabang menyampaikan alasan memilih Mr. Baim tidak terlepas dari tema Musda yakni membulatkan tekad menuju perubahan serta merealisasikan visi dan misi dari PBI, dimana harapan itu bisa diwujudkan dari kepemimpinan Mr. Baim yang sudah diakui loyalitas dan dedikasinya yang tinggi di perburungan Bali khususnya memajukan PBI. Salah satu concernnya di PBI yakni secara rutin melepasliarkan berbagai jenis burung dan mensupport lomba dan beberapa peternak murai, kenari, love bird hingga berhasil.

Peserta Musda dan Rakerda PBI Bali

Dalam Musda, terungkap selama periode kepengurusan 2018 sampai musda berlangsung aktivitas PBI di Bali belum bisa maksimal, terlebih lagi dua tahun masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan mengurangi aktivitas berkumpul. Namun terpilihnya Mr. Baim sebagai nahkoda PBI Bali, seluruh cabang menaruh harapan bakal terjadi perubahan besar di tubuh PBI Bali.

Ketua PBI Bali Mr. Baim dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta musda yang telah memberikan kepercayaan memimpin PBI Pengda Bali. Penghobi Harley Davidson dan mobil sport ini secara singkat memaparkan program PBI baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Ketua PBI Bali Mr. Baim menerima laporan Ketua Bidang Penangkaran PBI Bali

Mr. Baim yang juga menjabat Sekjen Harley Owners Group Sarana Bali Chapter ini menyadari PBI kian hari saingannya di Bali semakin banyak. Kondisi ini bukan berarti PBI jelek dan mereka bagus, tetapi bagaimana minimal PBI menjadi baik bagi dirinya sendiri, dan tidak harus menjelekkan EO lain atau membanggakan EO sendiri. Untuk itu, ia mengharapkan ke depan pengurus struktural dan fungsional PBI bisa lebih kompak merealisasikan visi dan misi PBI sehingga bisa menjadi contoh EO yang lain. ‘’Saya meminta pengurus pengda, cabang dan fungsional juri PBI untuk tetap kompak, solid dan jangan sungkan-sungkan untuk memberikan masukan demi kemajuan organisasi PBI ini,’’ terang Mr. Baim.

Pada kesempatan tersebut, Mr. Baim berjanji akan melakukan tata kelola penjurian, baik selalu mengingatkan juri agar bekerja fairplay, juga akan merooling juri secara adil dalam bertugas, memperjuangkan quota diklat juri, serta memperjuangkan honor juri sesuai dengan kondisi perekonomian saat ini.

Peserta antusias menghadiri Musda sejak siang sampai malam

Di tengah dunia medsos, Mr. Baim pun mengingatkan para fungsional juri untuk menjaga etika. ‘’Karena baik buruknya juri sebagai unjung tombak fungsional berdampak bukan hanya pada diri sendiri tetapi akan berdampak kepada PBI secara menyeluruh. Karena itu, kita harus kompak menjaga nama baik PBI, kita harus jaga etika dan martabat PBI,’’ ucap Mr. Baim.

Untuk menghidupkan roda organisasi, Mr. Baim yang juga sibuk menjabat Sekjen Night Angles Bali ini juga mendorong agar pengcab-pengcab secara rutin setiap bulan menggelar lomba meski skala kecil atau menengah untuk mengasah kemampuan juri dengan kemasan yang bagus. Ia juga berharap dalam setahun ada lomba berskala besar digelar PBI Bali yang merupakan koalisi seluruh cabang.  

Untuk merealisasikan program-program yang akan digulirkan, selain meminta segera pengcab-pengcab melalukan muscab untuk membentuk kepengurusan baru, juga untuk menjalankan organisasi, Mr. Baim menyusun kepengurusan PBI Bali periode 2022-2026. Diketuai Mr. Baim didampingi Wakil Ketua Mr. Sinatra (Mr. Sin), Sekretaris Agus S dan Wakil Sekretaris Yoga Mahandika, Bendahara Heru, dengan ketua bidang di antaranya Ketua Bidang Organisasi Haryono dibantu anggota Tony Theo, Ketua Bidang Pengendali Lomba Budi Dharma, Ketua Bidang Hukum dan Humas Wahyudi, Ketua Bidang Penangkaran Amar, Ketua Bidang Pendidikan dan Pengkaderan Juri Made Mertajana.

Jadwal lomba PBI Pengda Bali 2022

Pada kesempatan tersebut, Ketua Bidang Penangkaran Mr. Amar menyampaikan laporan bidang penangkaran Pengda PBI Bali dimana selama pandemi tercatat ada penambahan jumlah penangkaran burung binaan PBI sebanyak 15 penangkar, sehingga total binaan PBI saat ini sebanyak 140 penangkar.

Di akhir Rakerda, Ketua Bidang Pengendali Lomba Budi Dharma memimpin penyusunan jadwal lomba PBI Bali dan Cabang tahun 2022. (gde)

Lanjutkan Membaca

Lomba

Daftar Juara dan Berikut Foto-foto Para Juara JGC Cup 1 Cibubur

Published

on

JGC Cup 1 Cibubur

Even JGC Cup 1 yang dimotori Om Erwan kemasan BnR di lapangan Buperta Cibubur, Minggu (28/11) memang berbeda dengan gelaran biasa. Menggunakan 2 lapangan, satu diantaranya khusus untuk cucak hijau membuat lomba semakin meriah.

Umi Mr Joss SF Borong Kelas Utama Murai Batu.
Hermawan Tampilkan Veloz dan Lorenzo.
Iwan Dompet SF Sukses Bersama Murai Batu Bongkar Juara 1 dan 3.
Om Dodit Antarkan Bintang Venus Juara

Meski hujan yang mengguyur kawasan Cibubur menjelang sore namun tidak mengganggu kemeriahan peserta untuk tetap mengikuti jalannya lomba hingga tuntas disetiap sesinya.

Diaz Takasi Sukses Bersama Hokaido.
Mr Bonni tampilkan Semongko.
H Robi Marbel Birawa Juara 2 dan 3.
Kelas Khusus Cucak Hijau Bangku KCN Non Gantang.
Om Ojiey Ciganjur SF Borong Juara Cucak Hijau.

Lombanya tertib, tanpa teriak. Banyak menampilkan burung-burung bagus. Juara Umum SF dan BC terbaik hari itu dimenangkan King SF dan Tim Duta B16.

Malik Tampilkan Cucak Hijau Karebet double winner.
King SF Juara Terbaik.
Duta B 16 Juara Umum BC.
Erwan JGC, Fajar MC dan H Mungin.
Triyanto, Bang Boy, Babah Pitax, Iwan dan H Robi Marble.

Hari itu juga banyak menampilkan burung-burung unggulan yang memenuhi gantangan disetiap sesinya, khususnya Murai Batu dan Cucak Hijau. Berikut ini daftar juara dan gallery Foto-foto para pemenangnya.  *agrobur4.

Klik untuk memperbesar Daftar Juara.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.