Connect with us

Perkutut

Arisan Dinilai Parsangah Sumenep, Angin Ribut dan Kirana Pamer Kualitas di Hadapan Lawan

KONBUR Tayang

:

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Rabu, 13 Oktober 2021 berlokasi di Lapangan Perkutut Parsangah, kung mania Sumenep dan sekitarnya berkumpul kembali dalam rangka menyalurkan hobi perkutut. Arisan Dinilai menjadi agenda utama kegiatan tersebut. Dua kelas yang dibuka untuk memberikan sarana bagi kung mania untuk mengembalikan kepercayaan terhadap perkutut orbitannya.

Suasana penjurian di kelas Piyik Hanging, penuh sesak peserta

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Pengda P3SI Achmad Fauzan Kamil. Dalam komentarnya, kung mania yang juga seorang Ustadz ini mengaku sengaja hadir sebagai bentuk dukungan sekaligus ajang menyalurkan hobi. “Saya kan senang perkutut juga, makanya ikut hadir dan sekalian ngerek burung,” terang sang Ustadz.

Ditambahkan olehnya bahwa kegiatan ini sebagai wujud bahwa Sumenep sampai saat ini masih tetap eksis dengan hobi perkututnya. “Saya selalu berharap agar Sumenep selalu diramaikan dengan kegiatan, baik itu latihan bisa, latihan berhadiah, ataupun latihan dinilai agar mereka bisa tetap menyalurkan hobinya,” ungkap Ach,Fauzan Kamil.

Advertisements
Ikla Jamu Kutut 3 Dewa
Peraih jaura pertama Kelas Piyik Hanging

Cuaca cerah dan cenderung panas, mewarnai jalanya acara. Dua kelas yang dibuka, yakni Dewasa Bebas dan Piyik Hanging penuh sesak oleh peserta. blok yang disediakan nyaris tak mampu menampung melubernya antusias peserta untuk mendukung kegiatan ini. empat babak penjurian berlangsung tanpa kendala.

Diakhir acara, saat rekap kejuaraan diumumkan, Angin Ribut orbitan Ach.Fauzan Kamil Sumenep produk ternak PGM yang dikerek pada nomor 18 ditetapkan sebagai juara pertama. Disusul kemudian oleh Sangkuriang andalan H.Kurniadi Sumenep ring Riang yang menempati krekan 08 sebagai peraih juara kedua.

Kelas Dewasa Bebas tak ada tempat kosong

Tempat ketiga ada Bunga Desa milik AZR Sumenep yang dikerek pada nomor 24. Di Kelas Piyik Hanging, juara pertama berhasil diraih Kirana orbitan M.Sudar/Apel Bluto Sumenep ternakan SKAD yang digantang pada nomor 30. Diurutan kedua Lesti andalan H.Taufan Febriyanto Bluto ring TFN yang digantang pada nomor 14.

Urutan ketiga ada Si Putih milik Wahid Hasyim Bluto Sumenep ternakan Merah Putih yang menempati nomor gantangan 49. Diakhir acara panitia mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kerjasana dari peserta, permintaan ma;af juga disampaikan jika selama acara ada hal-hal yang kurang berkenan.

Perkutut

Lima Paguyuban Kung Mania Pengcam Kota Sumenep, Angkat Potensi Masyarakat Setempat, Tetap Eksis Berkat Jadwal Rutin dan Sarana Latihan Milik Sendiri

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Moh.Sugianto, Ketua Pengcam Kota Sumenep mengaku bersyukur dengan kehadiran paguyuban yang ada diwilayahnya. Paguyuban, sebuah wadah bagi kelompok kung mania yang berada ditingkat paling bawah dari organisasi hobi perkutut bernama Pengurus Pengcam (Pengcam). Meski secara strukturan, paguyuban tidak masuk dalam organisasi P3SI, setidaknya keberadaannya patut untuk diapresiasi.

Penampakan Lapangan Paguyuban Melati Pangarangan

“Saya kira Paguyuban yang ada di wilayah Pengcam Kota Sumenep, patut untuk kita hargai dan syukuri karena berkat paguyuban, kung mania yang ada di tingkat bawah bisa terwadahi dan mereka memiliki kelompok dengan hobi yang sama,” terang Moh.Sugianto. Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan adanya paguyuban, banyak manfaat yang bisa dirasakan.

Paguyuban Melati miliki 6 blok kerekan dan 2 gantangan

Moh.Sugianto mengatakan bahwa paguyuban mampu menjadi jalan awal bagi masyarakat untuk menjadi kung mania. Masyarakat yang awalnya tidak tahu tentang hobi perkutut, dengan adanya paguyuban, akhirnya menjadi tahu. Selanjutnya mereka akan berusaha masuk menjadi bagian dari kelompok tersebut.

Advertisements
Ikla Jamu Kutut 3 Dewa

Mereka bersosialisasi, belajar bersama, berusaha memahami apa itu perkutut kemudian menekuni hobi dalam satu wadah bernama paguyuban. Jika mereka sudah paham dan ternyata senang dengan organisasi, tidak menutup kemungkinan mereka akan bergabung dengan organisasi yang lebih tinggi, semisal Pengcam ataupun Pengda.

Satu blok kerekan yang dimiliki Paguyuban Potre Koneng

Kondisi inilah yang diharapkan Moh.Sugianto. “Saya berharap paguyuban ini menjadi jalan awal bagi masyarakat untuk menyenangi, menyukai dan akhirnya mau menekuni hobi perkutut, jika mereka senang organisasi maka bisa bergabung pada Pengcam ataupun Pengda,” sambung Kasubag Umum dan Keuangan Pengadilan Negeri Sumenep.

Satu blok gantangan yang dimiliki Paguyuban Potre Koneng

Pengcam Kota yang kini dipimpinnya sudah memiliki lima paguyuban, antara lain Paguyuban Melati yang berlokasi di Pangarangan, Paguyuban Potre Koneng di Parsanga, Paguyuban Kebon Rato yang berlokasi di Kebunan, Paguyuban Trunojoyo yang ada di Karangpanasan dan Paguyuban Suryalaya yang berlokasi di Kolor.

Keberadaan paguyuban ini bukan sekedar hanya menjadi kelompok penggemar dan peternak perkutut saja yang berusaha menyemarakkan hobi, namun mereka memiliki sarana dan prasarana untuk menunjang hobinya. Setiap paguyuban memiliki lokasi latihan yang dilengkapi dengan kerekan dan juga gantangan.

Suasana latihan di Paguyuban Suryalaya Kolor

Untuk Paguyuban Suryalaya dilengkapi dengan 1 blok kerekan ditambah dengan gantangan yang menjadi tambahan. Paguyuban Melati saat ini memiliki 6 blok kerekan dan 2 blok hanging, Paguyuban Kebon Rato memiliki 1 blok kerekan dan tambahan gantangan untuk hanging, Paguyuban Potre Koneng memiliki 1 blok kerekan dan 1 blok hanging.

Sedangkan Paguyuban Trunojoyo dilengkapi dengan 1 blok kerekan ditambah gantangan untuk hanging. Dengan adanya sarana tersebut, mereka juga memiliki jadwal latihan sendiri yang diatur sesuai kesepakatan bersama, dengan tujuan agar setiap latihan yang digelar bisa berjalan tanpa menimbulkan masalah.

Lapangan milik Paguyuban Kebun Rato Kebunan

Semisal Paguyuban Melati dan Suryalaya membuka latihan setiap Minggu, Paguyuban Potre Koneng dan Kebun Rato setiap Sabtu dan Paguyuban Trunojoyo tiap hari Rabu. Program Latihan Dinilai yang menjadi agenda kegiatan rutin di tiap-tiap Paguyuban sudah berjalan secara bergantian.

“Kami sengaja menggelar kegiatan di setiap Paguyuban dengan harapan biar ada greget, setidaknya komunitas yang ada disana bisa lebih semangat dan eksis menekuni hobi perkutut. Paguyuban hadir untuk menyalurkan hobi, terutama untuk komunitas yang ada disekitar lokasi,” lanjut Moh.Sugianto lagi.  

Lapangan milik Paguyuban Trunojoyo Karangpanasan

Dengan adanya paguyuban, maka bisa menemukan potensi masyarakat yang memiliki bakat untuk menjadi kung mania. “Ada kalanya masyarakat malu untuk masuk menjadi penghobi, dengan adanya paguyuban yang skalnya kecil, maka diharapkan perasaan malu, minder dan sebagainya bisa hilang,” harap Moh.Sugianto lagi.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Potong Tumpeng Menandai Peresmian Lapangan Baru Pengda Bangkalan, Sementara Baru Berdiri 8 Blok Kerekan dan 4 Blok Hanging

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Setelah lama ditunggu, akhirnya Pengda P3SI Bangkalan memiliki lapangan baru. Lokasinya berada di Desa Mlajah Kecamatan Bangkalan. Letaknya yang strategis ini bisa dijangkau dari beberapa arah dengan kondisi jalan beraspal yang lebar, sehingga memudahkan bagi siapa saja yang ingin menuju lokasi tersebut.

Ir.R.Moh.Mahmud menyerahkan potongan tumpeng pada tokoh perkutut

Dari pusat kota Bangkalan, akses masuk kesana sangatlah mudah, begitu juga yang berasal dari luar kota, tinggal pilih jalan mana yang akan dilalui. Letaknya yang berada persis dipinggir jalan, memudahkan untuk menemukannya. Kehadiran lokasi ini diharapkan bisa menjadi awal kembalinya aktifitas kung mania dalam menyalurkan hobi perkututnya.

Pembukaan lapangan baru Pengda Bangkalan dihadiri pengurus dan tokoh

“Alhamdulillah Pengda Bangkalan kini sudah memiliki lapangan baru, mudah-mudahan bisa menjadi awal bagi kami untuk kembali menjalankan agenda kegiatan demi menyemarakkan hobi perkutut,” terang Ir.R.Moh.Mahmud, Ketua Pengda P3SI Bangkalan. Lebih lanjut dikatakan bahwa lokasi ini memang berdiri di lokasi strategis dan akses jalan menuju kesana sangatlah mudah.

Advertisements
Ikla Jamu Kutut 3 Dewa
Suasana peresmian lapangan Pengda Bangkalan

“Saya kira lokasi ini tidak akan sulit ditemukan, baik oleh peserta dari luar Bangkalan, terlebih oleh teman-teman yang berdomisili di Bangkalan sendiri,” sambung Ketua Pengda Bangkalan. Setidaknya agenda perkutut yang sudah tersusun, baik ditingkat lokal, regional dan nasional, kung mania Bangkalan siap menyambutnya.

Sebagai wujud rasa syukur atas kehadiran lapangan baru ini, Ketua Pengda beserta beberapa pengurus dan juga kung mania, menjajal lapangan ini pada Kamis, 20 Januari 2022. Ternyata burung yang berhasil dikerek lumayan banyak. Padahal kabar adanya pembukaan lapangan baru untuk latihan tidak terpublikasi luas.

Lahan parkir mampu menampung banyak kendaraan

Akhirnya Kamis menjadi hari yang ditetapkan sebagai waktu untuk latihan di lokasi tersebut. “Saya pastikan Kamis bisa digunakan sebagai waktu untuk latihan disini. Dipersilahkan bagi rekan-rekan kung mania.di Bangkalan dan sekitarnya untuk memanfaatkan lokasi ini sebagai tempat untuk ngerek bareng,” sambung pemilik CTP Bird Farm.

Suasana lapangan Pengda P3SI Bangkalan yang baru

Hadir dalam acara pembukaan tersebut, Ketua P3SI Pengwil Jawa Timur, H.Gunawan, beberapa tokoh perkutut lawas dan masyarakat sekitar lokasi. Dengan kapasitas kerekan sebanyak 8 blok dan 4 blok hanging yang ada, memungkinkan bagi Pengda Bangkalan menggunakan lokasi ini sebagai tempat untuk menggelar kegiatan lebih besar, seperti lomba nasional sekelas Liga Perkutut Indonesia.

Lokasi strategis dan nyaman dekat dengan jalan

“Saat ini dilokasi baru sudah berdiri sekitar 8 blok kerekan dan 4 blok hanging, untuk penambahan kerekan lagi, kayaknya masih dimungkinkan, tinggal kami koordinasi dengan pengurus yang lain,” ungkap Ir.R.Moh.Mahmud. Karena yang pasti untuk menggunakan lokasi ini sebagai tempat kegiatan dalam skala besar, sangat memungkinkan.

Lahan parkir juga memadai dan untuk menambah lokasi kerekan dan membuat gantangan, juga tidak terlalu sulit. Siswoko Raharjo yang turut mengawal penancapan kerekan sejak awal mengaku bahwa lokasi ini sangat memungkinkan untuk dijadikan lokasi penyelengaraan acara berskala nasional.

Delapan blok kerekan sudah berdiri tegak

“Untuk dijadikan ajang lomba nasional disini, saya kira sangat memungkinkan, tempat kosong masih banyak, baik untuk mendirikan kerekan baru dan gantangan serta untuk lahan parkir,” jelas Siswoko Raharjo.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Langit Biru Bird Farm Modung Bangkalan, Makin Populer Lewat Prestasi Produk Sendiri, Saka dan Tak Nyana

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Iklan Akbar 24 BF Bangkalan
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Sidoarjo
Advertisements
Iklan CMM BF Sidoarjo

Tiga tahun lalu Imam Abdul Karim memastikan diri untuk menekuni hobi perkutut. Berbekal perkutut kelas lomba, Imam Abdul Karim aktif turun lapangan. Sebut saja Laguna, Pesona, Body Guard menjadi deretan amunisi yang selalu menemani ketika berada di arena konkurs. Prestasi yang dibukukan menjadi bukti eksistensinya sebagai kung mania.

Langit Biru Bird Farm Kolla Modung Bangkalan

Seketika itu pula muncul keinginan untuk menjadi peternak dengan harapan bisa mencetak sekaligus mengorbitkan dengan prestasi membanggakan. Tanpa menunggu waktu lama, keinginan memiliki kandang ternak, langsung diwujudkan. Sekitar 22 kandang ternak berdiri dibelakang kediamannya.

Imam Abdul Karim memilih Langit Biru sebagai farm miliknya. “Tidak ada arti khusus dengan nama Langit Biru. Keinginan menggunakan nama itu muncul begitu saja tanpa ada rencana sebelumnya,” ungkap Kades Kolla Modung Bangkalan. Seluruh kandang ternak didominasi warna biru sesuai namanya.

Advertisements
Ikla Jamu Kutut 3 Dewa
Imam Abdul Karim (kiri) bersama awak kandang

Pandemi yang sempat menyapa, membuat seluruh kegiatan hobi perkutut berhenti. Kades Kolla mengaku tidak bisa lagi turun lomba meski sebenarnya jago-jago orbitannya sudah siap menghadapi lawan. Akhirnya keputusan diambil. Orbitan yang pernah menjajal arena konkurs dinyatakan istirahat.

Perkutut kelas konkurs tersebut akhirnya menjadi penghuni kandang ternak, ditambah dengan materi dari berbagai farm seperti Discovery, Win’s, Khoyir, AKN, JBN dan Supra. Pengembangan dilakukan sampai akhirnya Langit Biru bisa memastikan memiliki indukan dari ring sendiri.

Magadir, prestasinya mencuatkan nama Kades Kolla

“Selama ini saya tidak pernah menjual anakan karena sengaja untuk dijadikan indukan kandang, makanya saat ini banyak indukan yang sudah menggunakan ring sendiri,” terang Imam Abdul Karim. Pelan namun pasti, Langit Biru berhasil mencetak anakan dengan kualitas konkurs. Sebut saja Saka.

Perkutut yang lahir dari indukan JBN dan AKN membuat nama Kades Kolla dan Langit Biru makin populer di kalangan kung mania. Prestasinya dimulai dari Kelas Piyik Hanging. Liga Hanging Bangkalan menjadi ajang yang pernah mencatat namanya sebagai peserta yang mampu menembus urutan kejuaraan di posisi yang tidak mengecewakan.

Suasana pagi hari di markas Langit Biru Bird Farm

Ajang paling akhir Saka turun di partai perkutut muda terjadi dalam gelaran Liga Hanging Bangkalan Seri II Putaran 9 pada Sabtu 08 Januari 2022 di Labang sebagai peraih podium ketiga. Sehari berikutnya, Saka kembali masuk lapangan. Kali ini Latber Sikumbang Sidoarjo, Minggu 09 Januari 2022.

Even yang tergelar menggunakan lapangan Pilang Wonoayu sebagai peraih podium pertama Kelas Piyik Yunior. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi Kades Kolla. Syafi’i yang selalu setia mengawal Saka mengaku tidak menyangka jika orbitan majikannya bisa tampil memukau meski sehari sebelumnya sempat menjalani pertarungan.

Syafi’i (kiri) eksis mengawal produk ternak Langit Biru

“Sabtu Saka saya turunkan di Liga Hanging Bangkalan. Minggu sebenarnya tidak ada acara, tapi sudah terlanjur daftar dan kebetulan burung yang rencana mau dilombakan ngurak, akhirnya kami pilih saja,” ungkap Syafi’i. Siapa sangka jika Saka berhasil unjuk kebolehan dalam tarung yang diikuti oleh banyak peserta.

Keberhasilan tersebut memang diluar perkiraan mereka. Ternyata, Langit Biru tidak hanya sukses mengantarkan Saka pada podium. Produk lainnya yakni Tak Nanya juga berhasil melewati lawan dan memastikan diri merebut podium keempat pada Kelas Dewasa Bebas.

Kades Kolla Imam Abdul Karim di depan kandang Langit Biru

“Dua produk Langit Biru yang bisa menjajal kualitas di Sidoarjo dan berhasil jadi juara, saya kira sebuah harapan bagi kami untuk terus eksis di arena. Mudah-mudahan saja Langit Biru bisa terus mengorbitkan burung lomba dengan prestasi bagus,” harap Kades Kolla Imam Abdul Karim.

Pasca kemenangan tersebut membuat team ini semakin semangat turun lomba, tentunya dengan harapan bisa kembali menyuguhkan sebuah hasil yang menggembirakan. Bahkan Iman Abdul Karim sudah membuat rencana besar, mengeksiskan Team Langit Biru dalam setiap agenda konkurs tanah air.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.