Connect with us

Tips & Trik

Anis Kembang Resistor Koleksi Mr.Dito Surabaya: Dari Burung Prospekan Kini Jawara Disejumlah Even Besar, Ini Dia Rahasianya

KONBUR Tayang

:

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya
Mr.DITO BERSAMA RESISTOR. Butuh waktu 6 bulan untuk mengkondisikan di lapangan.

Blok barat dan timur masih tetap menjadi basis kekuatan anis kembang. Nama Resistor salah satu burung jawara yang  namanya tengah megorbit. Burung ini mengawali prestasinya dari  bawah, Kini dia jadi jawara disejumlah even besar.

Bagi Mr.Dito Lala Lili Squad Surabaya, dia butuh 6 bulan harus bersabar mengkondisikan koleksinya ini. Karena menurutnya ketika itu dia membeli burung prospekan suaranya tipis tidak pernah keluar isian. “Namun saat itu feeling saya ini burung bakal jadi bagus karena dasarnya punya bakat istimewa,” kenangnya.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya
RESISTOR. Dari burung prospek/pasar.

Dan benar saja, setelah dirawat dengan penuh kesabaran, ketelatenan dan disiplin yang ketat akhirnya performa burung terus naik.  Materi lagunya mulai keluar saat dia sedang ngeroll, isian celilin, kapas tembak, colibri, cucak cungko,  dan lainnya kerap dibawakannya saat sedang ngeroll bawa lagu. Begitu juga kualitas volumenya terus meningat.

Beragam even-even pentingpun mulai dijajakinya. Dimulai juara 1 dieven Anniversary Puri Indah BC di Sidoarjo, Khofifah Cup meskipun masuk 10 besar dia mampu bersaing dengan jawara-jawara mapan ketika itu. Prestasinya terus berlanjut juara 1 di Anniversary Liar SF, juara 1 dua kali alias double winner di PBI Sidoarjo, juara 2 di Asia Cup Nganjuk, dan sejumlah even-even penting di Jawa Timur.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya
Dicas Persiapan turun ke gantangan.

Kemudian, Mr.Dito mulai menjajal sang gaco ke even di blok barat, khususnya Jabodetabek. Awal November 2019 lalu dia membawa sang gaco ke even Kang Iwan Cup, kemudian berlanjut ke BnR Award. “Nah sejak turun dari situ burung ngga saya bawa lagi ke Surabaya, dipinjam teman-teman, katanya lumayan buat ‘ngamen’ hehe,” jelasnya.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya

Prestasi Resistor sudah lumayan banyak, kehebatannya dibuktikannya selama berada di Jakarta, diantaranya juara 1 di Kang Iwan Cup Ragunan Jakarta, berlanjut juara 1 di Putra Jaya Cup Bekasi, juara 4 BnR Award Cibubur Jakarta dan juara 1 dan 4 Marmer Cup Radjawali Indonesia Jakarta, selanjutnya juara 2 dan 5 di Hello Kitty Bird Champion feat BIC di Cibubur Jakarta.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya

Ya, siapa sangka, burung yang dirawatnya dari prospekan tersebut alias burung rumahan ini namanya kini terus berkibar. Setiap ke lapanganpun kini dia  sudah tidak pernah “kondangan” (istilah untuk burung yang tidak pernah juara) lagi, tapi dengan prestasinya ini sang pemilik sudah bisa nyobek amplop yang berisi hadiah.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya

Pekan ini burung tersebut bakal diboyongnya kembali ke Surabaya. “Ya  sudah lebih sebulan burung di Jakarta, minggu depan sudah saya bawa lagi ke Surabaya buat persiapan di Bupati Sidoarjo Cup,” jelas Mr.Dito.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya

Perawatan Harian Resistor

Lantas bagaimana kiat Mr Dito menangani burung kesayangannya ini dari mulai dasar belum pernah prestasi hingga bisa berjaya di gantangan? Tampaknya, selain kesabaran, ketelatenan dan kedisiplinannya mengantarkan koleksinya ini kepuncak prestasi.

Dalam hal keseharian, dia menerapkan aturan ketat mulai dari menyiapkan pakan utama, ekstrafooding hingga perlakuan kesehariannya. Untuk perawatan sehari-hari, sama halnya lazimnya anis kembang pada umumnya.  Pagi buka krodong dianginkan sebentar sambil diberikan ekstra fooding jangkrik sebanyak 3 ekor. Kemudian burung diistirahatkan full krodong.

Malam harinya mulai diberikan jangkrik dengan jumlah porsi 2 ekor, tapi ditambah  1 ekor cacing. Kembali burung diistirahatkan. Mandi jemur sekedarnya menjadi kebiasaan wajib.

Sedangkan memasuki persiapan menjelang turun ke lapangan atau lomba terutama di hari H-1 pagi diberikan 3 ekor jangkrik, malam harinya diberikan 2 ekor jangkrik plus  satu sendok kroto segar yang sudah dibersihkan. Dan memasuki hari-H dipagi hari sebelum dibawa ke lapangan, jangkrik 2 ekor.

Kemudian setelah di lapangan kembali diberikan 1 ekor jangkrik berikut 1 ekor cacing. Sementara kalau turun lebih dari 1 atau 2 sesi, penambahan jumlah ekstrafooding disesuaikan kondisi burung, kegalakan atau justru kurang ngotot.  Beberapa menit sebelum digantang, tak lupa burung dicas rame-rame dengan anis kembang lainnya. *agrobur4.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.