Connect with us

Ternak

Andromeda BF Tangerang Selatan: Mengembangkan Indukan Murai Batu Trah Juara dan Ekor Panjang

KONBUR Tayang

:

Steve Bersama Anakan Paroduk Penangkarannya

Saat ini sudah banyak penggemar maupun pemain lomba yang sukses budidaya penangkaran murai batu. Steve Vay RMI pemilik Andromeda Bird Farm salah satunya. Kicaumania dari Pamulang Tangerang Selatan ini, sudah sejak lama sukses mengembangkan penangkaran murai batu trah juara dan ekor panjang. Berikutnya ini gallery foto-foto indukan dan anakan-anakan terbaiknya.

Siap Mengawal Kedua Gaconya Ke Lapangan

Selain aktif ke lapangan dengan sederet murai batu andalannya. Steve juga mengembangkan peternakan murai batunya. Penangkarannya dimulai sejak tahun 2018. Tidak berlangsung lama, dia kena musibah, kebobolan, burungnya digondol maling tepatnya April 2019.

Panen dikandang Ternak

Tidak patah semangat, dia kembali eksis, kemudian mulai awal tahun 2020 dia mulai bangkit lagi. Materi-materi indukan yang diternaknya lebih bagus lagi.  Sampai saat ini, jumlah kandangnya memang tidak banyak hanya 8 petak kandang, khusus burung-burung trah juara dan ekor panjang. Sedikit yang penting menghasilkan anakan berkualitas.

Pasangan Blorok Siap Masuk Kandang terna

Ada 2 gaco handalnya saat ini yang sudah mencetak prestasi di arena lomba, yakni Metropolis dan Black Mortal keduanya merupakan andalan utamanya diatas gantangan bila turun ke lapangan.

Trah Ekor Panjang Pilihan

Bahkan Metropolis yang berkode ring APBN dan BnR ini tak lain hasil produksi ternakannya sendiri. Prestasinya sudah banyak disejumlah gelaran penting khususnya di Jabodetabek dan sekitarnya.

Indukan Jantan Unggulan

Setiap periode tertentu Steve selalu mengganti materi indukan-indukan terbaik dan terbaru  dengan tujuan meningkatkan kualitas produksinya. Kini, indukan-indukan jantan maupun betina Andromeda BF sebagian diantaranya sudah berganti materi-materi, tidak hanya berkualitas tapi juga jenis ekor panjang.

Panen Anakan

Beberapa diantaranya indukan dikandang ternaknya saat ini diisi indukan jantan berekor 27 cm x  betina 17 cm, 26 x 16 cm, 25 cm  x 15 cm, 24 cm x 14 cm dan 22 cm  x 14 cm.

Selain itu juga ada pejantan  Blorok Extrim  20 cm  x  betina Blorok Extrim  12  cm. Sementara, indukan-inudukan lainnya ekor standart tapi semuanya dari trah prestasi, burung orbitan sendiri diantaranya Dewa Ruci x RMC, Red Bul x RMC. Juga ada 17 F1 Larwo X 13 ( Ring RMC).

Trotolan Trah Dewa Ruci Jr

Karena anakannya terlahir dari indukan-indukan unggulan produknya juga laris manis. Pihaknya memang hanya menjual anakan atau usia trotolan. Ada juga lepas trotolan atau remaja dengan panjang 26 cm.

Semua trotolan yang keluar dari Andromeda BF sudah ada dasar lagu yang mumpuni karena Semua full master Burung hidup dan Elektronik , ga perlu sekolah maatering lagi.

Untuk pemesanan, itupun peminat harus bersabar antri menunggu giliran dan harus inden terlebih dahulu di nomor WA 081296664166. “Stok jantannya habis, harus pesan dulu,” ungkapnya diakhir obrolannya. *agrobur4.

Ternak

Breeding Murai Batu Ustad M Roby S.Ag Jakarta, Produknya Laris Manis Harga Trotolannya Terjangkau

Published

on

Breeing Murai Batu Ustad Roby Jakarta
Ustad Roby dikandang ternak murai batu.

Menangkar burung murai batu jawara guna melahirkan generasi unggulan kini banyak  dilakukan para penghobinya. Ustad M Roby S.Ag salah satu diantaranya. Kicaumania dari Pengadegan Jakarta Selatan ini, sudah lebih dari lima tahun sukses mengembangkan budidaya murai batunya. Produknya laris manis, dengan harga yang terjangkau. Berikut ini kisah perjalanannya dalam mengembangkan penangkaran murai batunya.

Sudah sejak lama Ustad Roby menekuni hobinya diburung kicauan, khususnya murai batu, cucak hijau dan lovebird. Selain aktif ke lapangan lomba, dia juga fokus menjalankan breeding murai batu dengan merek Suara Murai Pengadegan (SMP) 3/6 Bird Farm  WA 082298390575 di  Jl Pengadegan Barat II Rt 3 Rw 6,  Kelurahan Pengadegan, Kec Pancoran, Jakarta Selatan.

Pasangan indukan unggulan.

Awalnya dia menangkar lovebird, kemudian murai batu. Dan juga cucak hijau serta jalak putih. “Cucak hijau jagoan saya coba saya ternakan, sudah produksi tapi anakannya mati. Sekarang lagi rapihin sarangnya lagi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kembali berproduksi,” ungkapnya.

Dari total 12 petak kandang kini tinggal hanya 6 kandang ternak murai batu yang terisi. Ini tak lain karena waktu masa pandemi covid beberapa waktu lalu banyak burung yang mati karena tidak terawatt, karena sebagai pengurus ketua RW dia ditunjuk oleh pihak Kelurahan untuk turut mengurusi warga dari 9 RW yang terkena covid ketika itu.

Anakan dalam perawatan.

“Waktu itu saya sibuk ngurusin warga,  sampai burung terlantar banyak indukan dan anakan pada mati karena nggak keurus, sekarang mudah-mudahan jalan normal lagi produksinya,” ungkapnya.

Kini Ustad Roby kembali membenahi materi-materi indukannya, agar pasangan induk bisa kembali berproduksi secara lancar seperti sediakala. Sejumlah kandang penangkaran murai batunya dibangun di lantai 3 kediamannya, namun tertata rapi. Setiap petak kandang berukuran sama, yakni panjang 2 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 2 meter.

“Sebagian atap ditengahnya terbuka hanya dilapisi ram kawat halus agar lebih nyaman dengan sirkulasi udara, matahari juga bisa masuk, begitu juga bila hujan airnya masuk jadi lebih alami,” ujarnya.

Dinding belakang, serta samping kiri-kanan, terbuat dari batako yang diplester semen. Adapun dinding depan bersifat terbuka, ditutup dengan kawat ram. Lantai juga diplester semen agar lebih mudah dalam pembersihannya.

Pasangan cucak hijau siap kembali berproduksi.

Setiap petak kandang dilengkapi dengan pepohonan agar burung merasa nyaman dengan kelembabannya yang tetap terjaga, kebutuhan lain seperti bak mandi kecil yang selalu terisi air bersih, kotak sarang dari triplek yang ditempatkan di tengah kandang.

Piyikan murai batu yang baru menetas dibiarkan dalam perawatan induknya selama seminggu. Sekitar umur 7-8 hari kemudian dipanen, atau dipisahkan dari induknya, untuk dibesarkan dalam kandang khusus sambil diberi ring kode.

Dengan harga anakan yang relatif terjangkau, mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta, pesanan pun mengalir deras. Biasanya, sebagian besar produk SMP 3/6 BF dibeli teman-teman dekat, terutama para pemain lomba.

Ternak Lovebird juga.

Soal harga memang tergantung kualitas indukan. Dia memang sengaja tidak membanderol mahal, karena sebagian besar dibeli teman-temannya sendiri. Semua induk jantan merupakan murai batu eks jawara lapangan.

“Alhamdulillaj harga segitu juga banyak peminatnya, sebagian besar teman-teman karena mereka tau materi indukannya bagus,” jelas Ustad Roby.

Laris manis produknya ini karena tak lain dia memang lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas. Karena itu, meski produksinya terbatas, sebagian besar pembeli selalu merasa puas. *agrobur4.

Lanjutkan Membaca

Ternak

Om Aris Kin Kin BF Bogor: Prestasi Digantangan, Juga Sukses Cetak Lovebird dan Murai Batu Trah Juara

Published

on

Aris Kin KIn BF Bogor
Om Aris kembangkan lovebird trah berdurasi ngekek panjang.

Nama Kin Kin Bird Farm dari Bogor awalnya lebih dikenal pencetak lovebird berdurasi dari trah indukan juara. Lebih dari 10 tahun Om Aris main di lapangan sekaligus sukses beternak jenis lovebird. Kini dia sukses menampilkan murai batu Morvhin  jawara yang sedang moncer  prestasinya, dan turut melejitkan namanya sebagai salah satu pemilik murai batu terbaik di Jabodetabek.

Mengawali hobinya diburung Om Aris memulai dengan beternak lovebird sekaligus sebagai pemain. Ketika itu banyak burung-burung unggulannya yang tampil ditangga juara, kemudian akhirnya burung-burung eks juara tersebut masuk kandang ternak untuk dikembangkannya hingga puluhan pasang.

Ternak murai batu, anakannya laris manis.

Dari kandang ternak ini dia banyak mencetak burung-burung lovebird hebat diatas gantangan. Nama-nama lovebird Semangka, Blueberry dan lainnya saat itu acapkali meraih gelar juara disetiap gelaran yang diikutinya.

Untuk lovebird Om Aris memang lebih dominan menamainya dengan menggunakan nama-nama buah-buahan. Sementara, untuk jenis murai batu dan jenis kicauan lainnya dia menggunakan ciri khas obat-obatan. Diantaranya ada Morvhin yang prestasinya saat ini sedang melejitkan namanya sebagai jawara murai batu terbaik. “Biar punya ciri khas, “ ujarnya.

Dimurai batu, selain Morvhin sebelumnya dia punya Amoxilin. “Sudah lama burung ini sold out alias sudah terjual kebetulan ada yang meminatinya. “Ya, sudah kali lepas, “ ungkapnya.

Thropi juara dari Lovebird dan Murai batu.

Kini selain ternak lovebird yang masih dijalaninya, Om Aris juga menangkarkan murai batu. Ada 2 pasang indukan yang sudah berproduksi, yang ditempakan dihalaman belakang kediamannya Perumahan Bumi Sentosa, Ciluar, Bogor.

Meski murai batu ternakannya ini baru tiga kali produksi anakannya laris manis. Boleh jadi, karena dia menggunakan materi indukan pejantan unggulan eks juara dilapangan, diantaranya bernama Panadol. Begitu juga materi indukan betinanya, hasil seleksi pilihan.

Bahkan dia tidak sempat menyimpan trotolannya hingga besar, karena baru dipanen sudah langsung dipesan rekan-rekannya. Anakannya dibanderol Rp 3 juta untuk seekor trotolan murai batunya.“Baru panen sampai trotolan langsung ada yang pesan, “ ungkapnya.

Selain ternakbeternak dan main dijenis lovebird serta murai batu dia juga sukses menampilkan jenis cucak hijau ketangga juara, diantaranya ada Bodrex dan dua gaco lain andalannya. Yang jelas, kini dimusim lomba tahun 2022 ini khusus dimurai batu dia tetap mengandalkan Morvhin sebagai gaco utamannya di lapangan.  *agrobur4.

Lanjutkan Membaca

Ternak

Om Aseng Jakarta, Pensiun Lomba Koleksi Kacer-kacernya Masuk Kandang Ternak

Published

on

Breeding Kacer Om Aseng Jakarta
Om Aseng Sukses Menangkar Kacer Jawaranya.

Om Aseng selama ini memang konsisten main dijenis kacer. Sudah lebih dari dua puluh tahun eksis dijenis ini. Balakangan ini memang sudah jarang bahkan nyaris tidak pernah lagi main ke lapangan. Ternyata dia lagi fokus menternak burung-burung kacer eks jawaranya di masa lalu. Berikut ini profilnya.

Bagi Om Aseng main dijenis kacer sudah jadi hobi utama yang tak bisa dilepaskannya. Meskipun sejak beberapa tahun belakangan dia absen ke lomba, ternyata tengah mengembangkan kacer-kacer koleksi mainannya dimasa lalu. “Saya sih cuma sekedar hobi aja, ternak juga hanya iseng sekalian meneruskan generasi burung-burung koleksi lama saya, biar ada keturunannya, “ ungkapnya dikediaman sekaligus rukonya di kawasan fly over Pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Pasangan Siap Produksi.

Om Aseng memang konsisten main dijenis ini.  Dimasa lalu belasan ekor burung-burung kacer andalannya acapkali meraih gelar juara,   beberapa diantara burung yang pernah melejitkan namanya waktu itu ada Topeng Mas, Halusinasi,  Starlet, Rambo, Romario dan lainnya acapkali menduduki podium  juara disejumlah even organiser yang diikutinya.

Menangkar kacer berawal ketika  dia sudah jarang beraktivitas ke lomba, kemudian burung-burung eks lapangannya yang sering juara dicoba diternaknya. Berawal dari hanya 2 kandang saja. “Pertama kita mulai ternak kacer si Gendowor, saya ketemukan betina dari teman, Dani DK,” jelas Om Aseng.

Anakan  Baru Menetas.

Meski awalnya sempat ada hambatan, namun kemudian berhasil menetas 1 ekor dan hingga saat ini anaknnya sudah besar. Tidak lama kemudian, dari kedua kandang tersebut kembali bertelur 2 butir, juga menetas. Selanjutnya produksi 3 butir, kembali menetas.

Untuk penjodohan menurutnya tidak sulit, yang penting sang induk betina sudah memasuki usia dewasa. Diakuinya, jantan-jantan bekas jawara  di lapangan sebagian diantaranya memang sulit berproduksi meskipun sudah berjodoh.

Perawatan Anakan Pasca Panen.

Namun, dengan  keuletan dan kesabarannya akhirnya berbuah hasil juga. Anakan dipanen umur lebih 1 minggu, sementara sang induk sudah kembali berproduksi. Setelah dipanen biasanya langsung dipasang ring berkode Aseng Kebayoran BF.  “Biasanya, kalau indukan sudah pernah berproduksi, berikutnya cepet produksi lagi,” lanjut dia.

Kandang ternaknya dibangun sederhana, dibiarkan terbuka berangka aluminum menggunakan kawat halus ukuran minimalis ditempatkan di lantai atas rukonya. Didalam kandang disediakan gelodok kayu untuk sarang sebagai sarananya berproduksi. Kebutuhan pakan utama selain voer, jangkrik dan lainnya disediakan lengkap, terutama bila indukan sedang bawa anakan. Begitu juga bak mandi disediakan setiap harinya.

Anakan Pasca Panen.

Anakan  yang baru dipanennya biasanya dirawat langsung, dengan menempatkan di kotak sarang dikandang dengan lampu penghangat. Pemberian pakan utamanya beberapa ekor jangkrik setelah dibersihkan bagian kakinya. 

Kini setelah pensiun ke lomba, Om Aseng lebih menikmati hobinya dengan menternak burung-burung kesayangannya yang dulunya pernah prestasi. Karena trah yang digunakan dari pejantan prestasi permintaan anakannyapun dari rekan-rekan dekatnya mengalir deras.   *agrobur4.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.