Connect with us

Perkutut

Andalkan Indukan Trah Sendiri, Imoba Bird Farm Pondok Candra Sidoarjo Terus Lahirkan Produk Unggulan Kualitas Konkurs

KONBUR Tayang

:

Eksistensi Imoba Bird Farm Pondok Candra Sidoarjo sebagai peternak yang sukses mencetak burung perkutut kelas konkurs, tidak perlu diragukan lagi. Sederet nama yang sudah orbit dengan prestasi membanggakan, semakin mengisyaratkan bahwa Imoba bukanlah farm yang hanya sekedar hadir menyemarakkan hobi perkutut tanah air.

Wijaya bangga bisa menjadikan Imoba pencetak burung berkualitas

Catatan luar biasa yang pernah ditorehkan adalah ketika beberapa produk ternaknya, seperti Presiden bersama produk kandang lain, diangkut oleh kung mania Thailand. Ada sekitar 5 ekor produk Imoba yang resmi terbang ke negeri tetangga. Jumlah tersebut mungkin bisa bertambah, andai Pandemi Corona memudahkan bagi siapapun masuk dan keluar dari negaranya.

“Kalau Corona ini sudah kelar, orang yang pernah bawa produk Imoba mau balik lagi kesini, saya disuruh ngumpulin burung-burung bagus yang mirip seperti dulu,” terang Wijaya sang pemilik Imoba Bird Farm. Keberhasilan ini memang didapat tidaksecara instan, tetapi melalui proses panjang.

Wijaya pemilik Imoba Bird Farm Pondok Candra Sidoarjo

Diakui oleh Wijaya bahwa indukan pencetak burung berkelas, semua sudah menggunakan ring Imoba, terutama untuk indukan betina. Dari sekian kandang ternak yang ada, seluruhnya sudah bergelang Imoba. “Khusus untuk indukan betina, saya gak pakai indukan dari luar, semua sudah ring Imoba,” ungkap Wijaya.

Kalaupun akan menyuntikkan materi baru untuk menyempurnakan hasil produk, Wijaya lebih memilih indukan dari luaur berjenis jantan. Ditambahkan pula olehnya bahwa sukses mencetak burung berkelas dari indukan sendiri, berawal dari Kandang B.2 yang pada saat itu Imoba mengembangkan indukan jantan Jupiter Sharp 1048 bersama betina TH 129 K.5.

Imoba terus lahirkan produk unggulan kelas konkurs

Dari perkawinan inilah, lahir anakan sampai diangka 42 tetasan tanpa mengalami perubahan formasi indukan. Nah, dari ke 42 tetasan, Wijaya hanya mengeluarkan sekitar 8 ekor berjenis jantan, sedangkan untuk betina tak ada yang terjual, semua diproyeksikan untuk bahan indukan. Proses ini menjadi awal Imoba mampu melahirkan produk bermutu sampai sekarang.

Beberapa kandang yang jadi referensi kung mania untuk amunisi adalah Kandang Basic 3 (Imoba 325 VIP 4. Anak Batubara x Imoba 807 K.Umbaran C). Dari indukan ini lahir Aji Saka orbitan Kaswadi kung mania Tuban yang, tercatat sebagai anakan pertama. Prestasinya sudah beberapa kali naik podium pada gelaran yang diikutinya.

Senyum bahagia Wijaya saat merasakan hasil ternaknya

Anakan ke 3 kini resmi menjadi milik Dany Lesehan Makasar. Berikutnya adalah Kandang Bazic 5 dengan indukan jantan Imoba 712 PCI.5 bersama pasangannya Bouroq JBM 4463 (maih mengalir trah Imoba). Dari kandang ini lahir Detonator, amunisi Team Bulldog Surabaya. Prestasinya sudah menembus urutan pertama dalam pertarungan yang dilakoninya.

Detonator adalah anakan kedua. Kandang yang juga melahirkan jawara adalah VIP.9 (Imoba 687 PCI.15 x Imoba 089 K.VIP.10), lahir Ksatriya, andalan Kaswadi Tuban. Soal prestasi, perkutut bergelang Imoba 435 ini sudah memantapkan dirinya sebagai jago lapangan yang selalu sukses membawa trophy kejuaraan.

Stok perkutut berkualitas bisa dijumpai di markas Imoba BF

Berikutnya adalah Kandang VIP.10 (maha Naim 206 K.3 x Imoba 72 K.A.2), sukses mencetak perkutut bernama Bintang Imoba dan Batu Bara. Begitu juga dengan Kandang PCI.4 (Jupiter 377 K.Accord x Imoba 252 K.VIP.9), juga banyak melahirkan produk unggulan yang sudah resmi pindah tangan.

Meski terbukti mencetak atau melahirkan produk unggulan, Imoba tidak berhenti untuk terus menambah indukan baru. “Bagi saya suntik indukan itu perlu, semisal untuk membesarkan volume, saya ambil dari Discovery dan juga Cristal,” ungkapnya. Indukan Cristal resmi menghuni Kandang VIP 1 (Cristal 317 F.3 x Imoba 405 K.B.2).

Kandang ternak Imoba Bird Farm pencetak produk unggulan

Anakan-anakan dari kandang ini dikembangkan menjadi indukan di beberapa kandang Imoba Bird Farm dan sukses mencetak anakan bagus. Sedangkan indukan Discovery menghuni Kandang VIP.6 ( Discovery 0332 K.07 x Imoba 179 K.VIP.8). Lahir anakan bernama F1 yang pernah menyabet juara di Kejurnas Semarang 2019 pada Kelas Piyik Yunior.

Dan saudara-saudara F.1 juga menjadi indukan di beberapa kandang Imoba sebagai cara pengembangan. Jika pengembangan itu dirasa perlu adanya penambahan materi indukan, Imoba hanya fokus pada pemilihan indukan jantan. “Saya tidak pernah menambah indukan betina, jika memang butuh indukan baru, saya hanya memilih jantan saja,” imbuhnya.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.