Connect with us

Perkutut

Albar 24 Bird Farm Bangkalan, Bukti Keseriusan Aliyono Perkuat Silaturrahmi Lewat Hobi Perkutut, Materi Indukan Berbandrol Ratusan Juta Rupiah

KONBUR Tayang

:

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates

            Silaturrahmi masih menjadi tujuan utama Aliyono menekuni hobi dan ternak perkutut. Karena dengan cara tersebut, akan menambah banyak teman dan saudara. “Bagi saya banyak teman adalah cara untuk mendapatkan hiburan,” jelas kung mania yang juga seorang Ustadz.  

Advertisements
Iklan Qirana Sangkar Bekasi
USTADZ ALIYONO pemilik Albar 24 Bird Farm Bangkalan

            Lebih lanjut dikatakan bahwa hobi perkutut telah membuatnya mendapatkan rasa senang. “Hidup ini ada dua sisi yang harus kita alami dan rasakan. Ketika saya merasa senang dengan hobi perkutut, maka suatu saat saya juga harus menerima rasa tidak menyenangkan. Saya siap menerimanya,” ungkap Aliyono.

Seperti pada pengalaman tarung perdana digelaran latber Pengda Surabaya, Minggu 28 Februari 2021. Orbitan yang diboyong ke lapangan, tidak seluruhnya mampu memberikan kegembiraan. Ada yang berhasil menembus barisan paling depan, ada pula yang tidak mampu tampil sesuai harapan.

HOBI PERKUTUT memperlancar jalan menjalin silaturrahmi

Semua itu, disikapi dengan bijak. Yang sukses meraih juara ditampakkan dengan kegembiraan, sebaliknya yang belum tampil, diaktuliasasikan dengan cara mencari apa yang menjadi penyebabnya. Namun setidaknya kemenangan yang sudah diraih membuat semangat untuk terus eksis semakin meningkat.

Untuk lebih mengembangkan hobi perkutut, Aliyono langsung membangung kandang ternak. Jumlahnya memang tidak banyak. Untuk saat ini hanya menyediakan 19 petak kandang yang menempati bangunan rumahnya ditingkat tiga. Kehadiran kandang ternak membuat Aliyono betah berlama-lama di Bangkalan.

TEAM ALBAR 24 BF selalu siap mengorbitkan andalan Ustadz Aliyono

“Sebenarnya saya tinggal di Surabaya, ke Bangkalan saya lakukan hanya Sabtu dan Minggu, itupun bisa berubah jika ada kegiatan. Awalnya sebelum ada kandang ternak, saya ke Bangkalan hanya mampir sebentar dan langsung balik. Tapi kini saya lebih krasan berlama-lama ada di Bangkalan,” lanjut pria berpenampilan kalem.

Pembangunan kandang ternak muncul pada Desember 2020 lalu dan baru bisa direalisasikan pada pertengahan Januari 2021. Meski tercatat sebagai pendatang baru, namun Aliyono tidak mau asal menggunakan materi indukan. Baginya indukan bagus akan memberikan peluang dan kesempatan untuk menghasilkan produk yang tidak beda jauh.

ALBAR 24 BIRD FARM Bangkalan, indukannya berbandrol ratusan jura

            “Saya membangun kandang ternak perkutut, lebih pada murni hobi kalau soal bisnis, jauh. Namun jika pada akhirnya Allah mengantarkan rejeki di ternak perkutut, saya tidak akan menolak,” imbuhnya lagi. Tak tanggung-tanggung, indukan yang pertama kali mengisi kandang ternaknya adalah materi berbandrol mahal.

            Indukan jantan bergelang HDL 1001 yang berpasangan dengan betina Grand 19-128, resmi menjadi penghuni pertama kandang Albar 24 Bird Farm Bangkalan miliknya. Untuk mendapatkan indukan tersebut, Aliyono harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 250 juta. “Hobi itu mahal, tapi bagi yang hobi jadi murah,” kelakarnya.

INDUKAN DOMINAN diisi oleh produk JBM BF Malang

            Indukan jantan tersebut adalah Galaxi, perkutut yang pernah mengukir prestasi apik dalam beberapa tarung yang dilakoninya bersama Susanto Bali pemilik sebelumya. “Saya mendapatkan indukan tersebut atas rekomendasi Abah Faisol JBM. Saya banyak dibantu beliau untuk mendapatkan indukan dan burung berkualitas,” sambung Aliyono.

            Meski resmi masuk kandang ternak, indukan jantan tersebut masih tetap ditampilkan ke lapangan. Indukan lain yang mengisi kandang Albar 24 Bird Farm didatangkan khusus dari JBM Bird Farm Malang. Dari 19 kandang ternak, 1 kandang adalah indukan yang didapat dari H.Cholil HDL BF Menganti, 14 pasang indukan adalah ring JBM dan 4 pasang dari Badui Bird Farm Sampang.

BERBANDROL Rp 250 Juta, penampakan GALAXI bersama pasangannya

“Harga materi indukan dari JBM memang tidak murah, tapi saya tidak pernah itung-itungan dengan Abah Faisol karena beliau juga tidak pernah itung-itungan dengan saya, makanya saya merasa senang bisa mengenal beliau karena banyak membantu saya menyalurkan hobi perkutut,” katanya lagi. 

Sedangkan untuk indukan Badui Bird Farm, Aliyono mengaku mendapatkannya dari sang guru dan hanya mencari berkah saja. Pasangan HDL 1001 x Grand 19-128 saat ini sudah menetas, usianya sekitar 1 minggu. “Mudah-mudahan anakan HDL dan Grand kualitasnya bagus dan bisa buat lomba,” harap Aliyono mengakhiri obrolan.

Advertisements
Iklan Ucapan Liga Perkutut Madura
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perkutut

Pengcam P3SI Pademawu Pamekasan Gelar Program Latihan/Kolom Dinilai, Wadahi Pemula, Agenda Selanjutnya Rutin Tiap Bulan

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates

Sabtu, 11 April 2021, Lapangan Perkutut Larangan Daya Dua (Lada II) Pamekasan milik H.Hosni, diramaikan oleh kehadiran kung mania. Mereka hadir dengan membawa perkutut orbitannya, baik yang berusia dewasa ataupun piyik, karena pada hari tersebut Pengcam P3SI Pademawu punya hajat menggelar acara Latihan/Kolom Dinilai.

Advertisements
Iklan Qirana Sangkar Bekasi
Hosnan (kiri) bersama H.Iskandar Ketua Pengcam Pademawu

Agenda ini merupakan yang pertama kalinya digelar. “Hari ini Pengcam P3SI Pademawu Pamekasan baru pertama kali menggelar acara dan Alhamdulillah banyak dukungan yang kami dapatkan, sehingga penyelenggaraan acara bisa berjalan sukses dan sesuai harapan bersama,” tegas H.Iskandar, Ketua Pengcam Pademawu.

Kegiatan ini nampaknya juga memberikan ruang dan kesempatan kepada kung mania pemula yang memiliki perkutut dengan kualitas dua warna hitam. “Program kami kali ini adalah untuk mengakomodir penggemar pemula yang tingkat kemampuan masih sebatas mampu membeli burung 2 warna hitam,” jelas Moh.Hosnan selaku Pembina Pengcam Pademawu.

Peserta yang berprestasi menembus urutan kejuaraan

Ditambahkan oleh Moh.Hosnan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai program latihan/Kolom Dinilai sebagaimana KEP-05/MUNAS/P3SI/IX/2017 tanggal 15 September 2017, BAB II Pasal 4 Ayat 4 Konkrus Lokal/Latber untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anggota baru atau burung perkutut baru yang belum terlatih.

Senyum ceria yang rasakan peserta yang sukses jadi juara

Tidak heran jika kung mania pemula mendapatkan porsi dalam kegiatan tersebut. Dari empat kelas yang dibuka (Dewasa Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging, Kelas Dewasa Pemula masuk menjadi partai yang dinilai. Moh.Hosnan mengaku bahwa Pemula jangan sampai ditinggalkan karena keberadaan mereka harus tetap mendapatkan perhatian.

Kenyataan inilah yang membuat H.Iskandar mendukung dengan program tersebut. “Insha Allah kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Pengcam Pademawu ke depan. Kami akan mengadakan lagi rutin tiap bulan, soal tanggal nanti kami koordinasikan dengan rekan-rekan pengurus lain sehingga tidak sampai berbenturan,” harap ketua periode 2020 sampai 2024. 

Siap semarakkan kegiatan Pengcam pademawu selanjutnya

Karena kegiatan ini murni untuk menampung para pemula dan burung-burung yang belum memiliki reputasi sebagai perkutut kelas konkurs, maka panitia lebih memprioritaskan perhatian pada pemain dan perkutut pemula. Jika ada peserta ataupun perkutut yang sudah memiliki jam terbang tinggi dan populatirasnya sudah diakui, maka panitia tetap memberikan kesempatan untuk tampil.

Wismilak Diplomat masih menjadi mitra sejati

Namun kehadiran mereka tidak masuk dalam penilaian juri dan hanya sebagai tamu kehormatan. “Biarlah agenda ini dibuka bagi perkutut muda dan pemula serta belum pernah juara, sehingga memberikan kesempatan dan semangat pada mereka untuk terus eksis, untuk burung yang sudah sering prestasi nanti akan kami adakan juga,” lanjut Hosnan.

Demi menjaga ketertiban dan tidak tetap pada prosedur covid-19, panitia tetap melakukan koordinasi dengan pihak keamanan, baik Babinsa ataupun Babinkamtibmas. “Kami tetap koordinasi dengan Kasatgas Covid Kecamatan, Kapolsek dan Babinsa serta Babinkamtibmas yang ada di Kelurahan/Desa dimana tempat Kolom/Latihan Dinilai dan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan,” papar Hosnan.

Advertisements
Iklan Ucapan Liga Perkutut Madura
Lanjutkan Membaca

Perkutut

Sempat Jadi Tandatanya, Piyik Komandan Peraih Podium Utama Di H Sin Cup HK BF Pamekasan, Inilah Pemilik dan Identitas Peternaknya

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates

Ada yang terlewatkan di daftar kejuaraan, lomba bertajuk “H Sin Cup HK BF Pamekasan” Madura, hari Minggu (11/4) kemarin. Khususnya daftar kejuraan untuk kelas piyik hanging. Dimana dari 15 jago-jago piyik yang masuk nominasi kejuaraan. Ada nama Komandan yang tercatat masuk diurutan pertama.

Advertisements
Iklan Qirana Sangkar Bekasi

Namun sayang, Komandan yang berhasil merebut tropy juara pertama. Ternyata di daftar kejuaraan tersebut, jago yang jadi pusat perhatian di kelas piyik hanging tersebut tidak tertulis Ring-nya atau identitas siapa peternaknya. Dan inilah yang jadi tandatanya oleh banyak kung mania saat itu.

Kades Bulangan (Kiri) dan Misnawan (kakak Buhari).

Karena yang tertulis di daftar kejuaraan, hanya nama burungnya Komandan. Nama pemiliknya Kades Bulangan asal Pamekasan. Sementara Ring Burung yang jadi identitas dan kebanggaan dari peternaknya tidak tertulis. Tapi ternyata, Kades Bulangan yang tertulis sebagai pemiliknya itu mengaku, kalau Komandan itu sejatinya bukan burungnya.

Dan menurut Kades Bulangan, soal tidak tertulisnya Ring dari Komandan saat itu, tidak ada unsur kesengajaan. Karena Komandan yang di turunkan di lomba H Sin Cup HK BF saat itu, ia dapat dari pinjam. Sehingga ketika burung itu juara, ia mengaku tak berani untuk menulis Ring-nya takut salah.

“Betul, sebetulnya burung itu  milik pak Buhari, Kades Rangperang Laok. Dan kebetulan saat ada lomba, lalu saya ijin untuk membawanya. Dan saya akui, kualitas Komandan memang bagus. Bahkan saat itu Komadan tidak ada tandingannya dan terbukti masuk juara 1. Dan saat di data itulah, saya tidak berani menulis Ring-nya. Karena memang saya tidak tau dan takut salah,” cerita Kades Bulangan yang membawa ke lomba.

Buhari (Kades Rangperang Laok) Pemilik Kaesar BM dan Komandan.

Namun setelah hasil lomba “H Sin Cup HK BF Pamekasan” itu diposting di mediaagrobur.com ini. Sang pemilik baru tau, kalau didaftar kejuaraan Ring Komandan tidak tertulis alias kosong. Dan melalui mediaagrobur.com ini juga. Buhari sang pemilik pun ingin menjelaskan kalau Komandan miliknya ini benar-benar asli ring JBM BF Malang.

“Betul, penulisan ring/indentitas burung itu sangat penting bagi peternaknya. Karena indentitas itulah yang jadi kebanggaan bagi peternak tersebut. Apalagi burung hasil ternaknya itu bisa juara, jelas akan membawa dampak positif bagi peternak tersebut,” terang Buhari.

Suhadi (kiri) dan Edi (adik Buhari) yang mengetahui asal asul Komandan.

“Dan saya sangat beterima kasih kepada Kades Bulangan yang mau membawa Komandan ke lomba. Karena dengan moncer Komandan, nama saya jadi banyak dikenal oleh kungmania Indonesia,” tambah Buhari yang diamini oleh Suhadi dan Edi sang adik. Dimana keduanya adalah saksi asal asul dan kualitas Komandan.

Bahkan lebih lanjut Buhari dengan bangga menjelaskan, kalau Kaesar BM yang juara 1 kelas piyik hanging. Di Liga Perkutut Madura (LPM) Putaran ke-2, di Sampang Minggu (4/4) lalu. Adalah saudara setetasan dengan Komandan dari JBM Kandang Merpati.

H.Faisol Syafiie pemilik JBM BF yang sudah banyak mencetak burung-burung hebat.

Menurut cerita Buhari, Kaesar BM dan Komandan adalah anak pertama. Dan tak salah kalau keduannya sama-sama punya kualitas anggung mewah dan mental juara. Karena keduanya adalah keturunan langsung dari Petir, jawara ring JBM yang Minggu kemarin  sukses merebut juara 1 di lomba Sesama Ke-9 Situbondo.

“Terus terang, saya sangat berterima kasih kepada Abah Faisol pemilik JBM BF. Dimana sudah memberi saya, dua burung kelas dan kualitas mewah. Karena baik Kaesar maupun Komandan, sama-sama juara dengan nilai tertinggi. Dan dari keduanya, nama saya bisa dikenal oleh banyak kungmania,” tutur Buhari.

Dan mudah-mudahan, tambah Buhari. Kita semua masih diberi umur panjang, agar secepatnya bisa bersilaturahim ke rumah beliau, yaitu Abah Faisol. Insya Allah, saya bersama 6 teman kungmania lainnya akan segera meluncur ke markas JBM Malang.

Hasil Kejuraan di H.Sin Cup HK BF, Dimana ring Komandan tidak tertulis.

“Memang sudah lama saya rindu ingin bertemu Abah Faisol dan sekalian belajar kepada beliau. Karena yang saya tau, beliau itu orangnya rendah hati, murah senyum dan tak pernah membeda-bedakan siapapun yang bertamu. Dan juga, beliau selalu husnudzon kepada siapapun. Ya mudah-mudahan Allah mengabulkan niat kami ini, amiiin,” pungkas Buhari. *agrobur2.

Advertisements
Iklan Ucapan Liga Perkutut Madura
Lanjutkan Membaca

Perkutut

Sesama Ke-9 Situbondo, Minggu (11/4): Petir, Gempar dan Bar Bar, Bukti Ketangguhan Tim JBM Malang

Published

on

Sesama Ke-9 Situbondo
SESAMA KE-9 SITUBONDO. Jadi bukti ketangguhan tim JBM Malang.
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates

Agenda rutin lomba burung berkutut bertajuk “Sesama Ke-9” Situbondo, yang digagas oleh Prada Moh. Solikin, hari Minggu (11/4) kemarin. Serta mendapat support langsung dari Basuki, selaku Ketua P3SI Pengda Situbondo dan hadir Totok Ole, salah satu tokoh senior perkutut Situbondo, berlangsung ramai dan berbuah sukses.

Advertisements
Iklan Qirana Sangkar Bekasi

Buktinya, lapangan permanen Sesama Kungmania Situbondo, yang ada di jalan PB. Sudirman Gg. Setia No. 82 (belakang SMPN 5) Situbondo. Hari itu penuh sesak dibanjiri kungmania yang dari berbagai kota. Seperti dari Malang, Bangkalan, Gresik, Probolinggo, Jember dan juga Bondowoso. Dan mereka hadir dengan mengusung jago-jago perkutut terbaiknya.

TOKOH PERKUTUT SITUBONDO. Basuki Ketua P3SI Pengda Situbondo dan Totok Ole (kanan).

“Selamat datang kembali di lapangan Sesama Kung Mania Situbondo. Saya atasnama panitia mengucapkan terima kasih, atas dukungan dan kehadiran teman-teman semua. Dan mudah-mudahan, jago-jago yang teman-teman turunkan, mau kerja maksimal dan juara,” tutur Prada Moh. Solikin, yang juga sebagai ketua P3SI Pengcam Kota.

Sementara, hadirnya jawara-jawara perkutut terbaik dari lintas kota. Memang makin menambah seru, atmosfir persaingan diajang Sesama ke-9 ini. Cuaca cerah kota santri Situbondo hari itu, juga mampu menghangatkan persaingan antar jawara yang turun.

FULL GANTANGAN. Baik kelas dewasa, kelas piyik yunior maupun kelas piyik hanging.

Terbukti, begitu peluit dibunyikan sebagai tanda lomba dimulai. Sontak saja, lapangan Sesama Situbondo pun menjadi ramai. Baik oleh suara anggung merdu dari masing-masing jago yang dikerek. Maupun teriakan-terikan kecil dari bibir para joki serta pemilik, begitu jagonya usai melepas suara emasnya.

Tapi rupanya, ajang “Sesama Ke-9” ini benar-benar milik tim JBM Malang. Lihat saja, tim JBM yang turun all out dengan mengusung semua jago-jago terbaiknya yang turun di semua kelas. Bena-benar mampu mendominasi jalan penilaian dari babak ke babak.

JUARA KELAS DEWASA. Duet ring JBM dominasi posisi terdepan.

Seperti di kelas dewasa, duet Petir dan Longsor yang sama-sama produk asli farm JBM. Sejak babak pertama sampai babak keempat berakhir. Baik Petir maupun Longsor, aksinya sulit dibendung. Dan kedunya pun berhasil mendominasi perolehan nilai tertinggi. Bahkan di babak ketiga, Petir mampu meraih bendera 4 warna.

TIM MUTIARA BONDOWOSO. Sukses bersama Ramayana dan Kimantep.

Dengan mendapat bendera 3 warna dua kali di babak pertama dan kedua. Lalu mendapat bendera 4 warna di babak ketiga dan ditutup dengan bendera 3 warna hitam di babak keempat. Petir memang layak sebagai yang terbaik pertama dan disusul kemudian oleh Longsor yang rata mendapat bendera 3 warna hitam 4 babak penuh.

Hari itu, jago ring JBM bukan saja sukses di kelas dewasa. Namun di dua kelas lainnya, yaitu kelas piyik yunior mapun kelas piyik hanging. Produk JBM, benar-benar berhasil menyapuh bersih, podium tertinggi di dua kelas tersebut.

JUARA PIYIK HANGING. Bar Bar suksesn buktikan kaulitas produk JBM.

Bahkan di kelas piyik yunior, posisi lima besar terbaik nyaris saja disikat habis oleh burung-burung ring JBM. Lihat saja, Gempar meski terbilang baru turun pertama. Namun jago yang memang punya kualitas anggung mewah ini mampu merebut podium pertama.

Lalu di posisi runner up, ada nama Blegur milik Aliyono Bangkalan yang kualitasnya sudah sering teruji. Dan Senopati milik Nurwadi Situbondo, berhasil mengunci posisi tiga besar. Sebetulnya, posisi empat dan lima besar bisa dihuni oleh Vexana dan Mustika. Namun sayang, Matador milik Rahmad Jember, berhasil unggul tipis dan mengunci posisi 4 besar.

TROPY & DOORPRISE. Jadi rebutan kungmania yang hadir.

Untuk kelas piyik hanging. Munculnya Bar Bar, debutan muda ring JBM, juga mampu melengkapi ketangguhan jago-jago JBM. Karena piyik yang baru umur 2 bulan dan lahir dari Kandag Jaguar dan masih cucu Siaga ini. Berhasil meraih podium pertama, setelah unggul di dua babak kedua dan keempat denan raihan bendera 3 warna.

“Alhamdulillah, hari ini semua amunisi yang kami turunkan. Nyaris tak ada yang gagal membawa tropy juara. Bahkan Gempar dan Bar Bar yang baru kali ini turun, juga mampu menunjukkan kualitasnya sebagai jawara masadepan. Kedepan, mudah-mudahan keduanya mau kerja bagus,” kata Ahmad Hidayat selaku koordinator tim JBM.

Dikesempatan terakhir, Prada Moh.Solikin selaku penanggung jawab acara. Tak lupa mohon ma’af bila diperjalanan acara masih banyak kekurangan. “Betul, karena saya sebagai manusia biasa, jelas tak mungkin bisa sempurna. Sekali lagi terima kasih kepada semuanya dan mohon jika masih banyak kekurangan,” pungkas Prda Moh. Solikin.  *agrobur2.

Advertisements
Iklan Ucapan Liga Perkutut Madura
Lanjutkan Membaca

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.