Connect with us

Perkutut

Alar Bird Farm Pamekasan, Rutinitas Baru Moh Hosnan Pasca Tinggalkan Kesibukan Organisasi

KONBUR Tayang

:

Lebih dari sepuluh tahun sudah Moh.Hosnan mengabdikan diri pikiran dan tenaga untuk organisasi bernama P3SI. Saat itu Moh.Hosnan harus berbagi antara tugas kantor sebagai pengabdi masyarakat di Kepolisian, kepala rumah tangga dan pengurus P3SI Pengda Pamekasan.

Moh.Hosnan (kanan) kini mulai fokus untuk mengembangkan perkutut

Dukungan sang istri untuk tetap melanjutkan tugas dan tanggungjawab tersebut, seakan menjadi penyemangat untuk tetap berkiprah. “Alhamdulillah keluarga sangat mendukung apa yang saya lakukan, jadi saya bisa lebih enteng untuk menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diberikan,” terang Moh.Hosnan mengawali obrolan.

Peran yang cukup nampak adalah merintis kevakuman organisasi perkutut di Pamekasan yang waktu itu masih bernama Korda. “Saya merintis Korda Pamekasan selama lebih kurang 8 tahun sampai terbentuknya pengurus baru yang dipimpin H.Moh.Syaiful Kades Kadur sampai organisasi ini berubah menjadi Pengda,” ungkap Moh.Hosnan.

Persiapkan indukan untuk mengisi kandang ternak

Seiring perjalanan waktu, ketika kesibukan tersebut menyita waktu hidupnya, akhirnya ada keinginan untuk mengundurkan dari dari aktifitas tersebut. “Rasanya saya sudah cukup berada di organisasi, makanya saya menulis surat pengunduran diri dari P3SI Pengda Pamekasan,” sambungnya.

Keinginan selanjutnya adalah menyibukkan diri sebagai peternak perkutut. “Kebetulan saya punya kolom rutin Lada setiap Kamis dan kolom arisan bulanan setiap Minggu kedua. Jumlah anggota saat ini ada 63 orang,” lanjut Moh.Hosnan. Kolom yang berada persis di samping kediamannya awal terbentuk untuk menggalang dan membina kung mania pemula.

Kandang ternak yang sudah disiapkan Moh.Hosnan

Dukungan besar dari Team H.Syaiful dan Wismilak membuat eksistensi kegiatan tersebut semakin eksis. Rencana membangun kandang sebenarnya sudah terbersit sejak lama, namun baru direalisasikan sekarang ini. Saat ini sudah ada 14 petak kandang yang dibuat dan selanjutnya akan menambah lagi disesuaikan dengan kebutuhan dan lahan yang ada.

Alar Bird Farm dipilih untuk menjadi nama farm miliknya. Program kandang yang akan dilakukan adalah dengan “sistem asuh”. Artinya ada semacam bantuan dari peternak besar untuk berbagi indukan materi kandang, sehingga diharapkan nantinya peternak kelas bawah dan pemula memiliki kesempatan yang sama untuk mencetak perkutut berkualitas.

Bersama rekan sesama mania perkutut Pamekasan

Sebab selama ini peternak arus bawah tidak mampu bersaing karena terkendala oleh materi indukan. Sehingga dengan “sistem asuh” ini diharapkan peluang mereka pada peternak bawah punya kesempatan yang sama. Soal aturan yang akan dilakukan, semua bisa dibicarakan antara peternak besar dengan peternak level bawah tersebut.

“Saya kira, jika ada peternak besar ingin melakukan sistem asuh, aturan mainnya, mereka hanya menitipkan indukan, semua kebutuhan pakan dan rawatan diserahkan pada peternak asuh,” tambahnya. Soal hasil ternak nanti bisa dibagi dua, sehingga tidak saling merugikan bahkan kalau bisa saling menguntungkan.

Alar BF Pamekasan siap menerapkan sistem asuh

Contoh lain misal anakan pertama untuk peternak yang memberikan indukan atau peternak besar, sedangkan anakan kedua untuk peternak asuh. Jika tidak berkehendak, maka bisa dicari jalan bahwa anakan yang sudah dilahirkan, tidak perlu dibagi, tetapi dijual, hasil penjualan, bisa dibagi dua.

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.