Connect with us

Puter Pelung

Aksi Peduli Reog GRS Bersama P5SI Ponorogo, Bagikan Sembako dan Masker Bagi Warga yang Membutuhkan

AGROBUR Tayang

:

Jumat 18 September 2020, Reog GRS (Guyub Rukun Selawase) bersama P5SI Kabupaten Ponorogo menggelar Baksos (Bakti Sosial)) bertema Peduli Sesama. Kegiatan ini berupa pembagian sembako dan masker kepada masyarakat yang tinggal disekitar daerah kediaman mereka.

Advertisements
Suprapto bersama Pengurus P5SI Kabupaten Ponorogo

Sasaran kegiatan ini adalah yayasan Yatim Piatu dan masyarakat yang betul-betul tergolong membutuhkan. Sehingga diharapkan misi yang mereka emban, bisa langsung mencapai titik tujuan. Ternyata apa yang mereka lakukan mendapatkan respon luar biasa dari masyarakat yang menerima bantuan tersebut.

Advertisements
Aksi P5SI Kabupaten Ponorogo peduli sesama

Sebab yang pasti pada kondisi saat ini, dimana masyarakat mengalami dampak dengan adanya pandemi corona, sangat membutuhkan uluran tangan dari mereka yang berada dalam kondisi yang lebih beruntung. Aksi ini betul-betul memberikan arti dan manfaat yang begitu mendalam pada mereka.

Aksi peduli sesama menjadi kegiatan sosial yang bermanfaat

Upaya yang mereka lakukan tentunya tidak akan sia-sia. Apa yang mereka inginkan dari aksi ini akan benar-benar mencapai tujuan. Daerah yang menjadi target penyebaran bantuan ini adalah masyarakat di Kecamatan Sambit dan Sawo. Untuk saat ini hanya 10 titik sasaran yang sudah dicapai.

Pembagian sembako bagi warga yang membutuhkan

Namun kedepan, akan ada lagi kegiatan-kegiatan lanjutan yang sifatnya murni peduli sesama. Suprapto, Ketua P5SI Kabupaten Ponorogo mengatakan bahwa kegiatan ini murni muncul dari pengurus P5SI Ponorogo dan juga rekan-rekan penghobi puter pelung yang ada di daerah setempat.

Kegiatan sosial dari P5SI Kabupaten Ponorogo

“Kami dari Reog GRS dan juga P5SI Ponorogo ingin memberikan apa yang seharusnya bisa kami berikan, sehingga keberadaan kami benar-benar memberikan manfaat. Untuk saat ini hanya 10 titik yang bisa kami laksanakan, namun kedepan akan ada lagi kegiatan lain yang akan tetap akan kami lakukan,” terang Suprapto.

Bantuan yang betul-betul diharapkan masyarakat

Ditambahkan oleh Suprapto bahwa kegiatan ini terinspirasi dari hasil pemikiran dari beberapa pengurus dan juga pelestari. Selama ini organisasi P5SI yang dipimpinnya aktif dan hanya fokus pada kegiatan lomba dan latber. Tentunya kegiatan ini hanya untuk kepentingan diri sendiri dan kelompoknya.

Sasaran kegiatan langsung ke masyarakat terdampak

Nah, sebagai mahkluk bermasyarakat, tidak pas rasanya jika mereka hanya memikirkan diri sendiri dan juga orang-orang yang ada dalam kelompok tersebut. Sementara mereka hidup dalam masyarakat. Maka muncul pemikiran bahwa mereka juga harus memikirkan orang lain yang berada dalam satu wilayah.

Menyentuh kalangan arus bawah yang membutuhkan

“Kami berfikir untuk saat ini tidak ada salahnya jika kami juga peduli dan menggelar kegiatan sosial, sehingga Reog GRS dan juga P5SI Kabupaten Ponorogo yang terdiri atas para penghobi, penggemar dan pelestari puter pelung bisa bermasyarakat dan bermanfaat bagi sesama,” ungkap Suprapto.

Sasaran hingga mencapai daerah terpencil

Sampai akhirnya mereka menggalang dana untuk merealisasikan keinginan tersebut. “Kami berhasil mengumpulkan dana dari pengurus P5SI Ponorogo, anggota Reog GRS. Hasilnya kami belanjakan kebutuhan sembako dan juga masker. Untuk saat ini pembagian masih terbatas karena ini adalah yang pertama kali,” terang Suprapto lagi.

Bukti kepedulian pada sesama warga yang membutuhkan

Ditambahkan pula olehnya bahwa akan ada lagi kegiatan yang sama dengan nuansa yang tidak beda jauh. “Ke depan kami akan tetap agendakan kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan akan banyak dukungan sehingga penyebaran bantuan juga bisa lebih meluas lagi,” harapnya. Kegiatan ini dibantu oleh aparat TNI sehingga pelaksanaan berjalan lancar dan aman.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puter Pelung

Yusli Bird Farm Bangkalan, Sekedar Menyalurkan Hobi, Tapi Produk Ternaknya Bikin Semangat dan Bangga

Published

on

Tahun 2018 menjadi awal seorang Yusli Hafandi Boesri menapaki hobi puter pelung. “Saya tahu kalau ada puter pelung dari FB, suaranya kog enak dan ternyata ada lombanya, makanya saya memutuskan untuk main,” terang Yusli. Karena terbilang sebagai pemain pemula, Yusli memutuskan untuk main terasan.

Advertisements
Yusli Hanfandi Boesri, peternak puter pelung asal Bangkalan Madura

Artinya ingin memahami teebih dahulu sebelum memutuskan untuk turun lomba. Setelah dirasa sudah memiliki bekal, akhirnya keputusan untuk menjadi pelomba dilakukan. Perburuan puter pelung mulai menjadi kesibukannya. Informasi dimana ia bisa mendapatkan puter pelung incarannya berusaha ia dapatkan.

Advertisements

Dari satu orang penghobi yang dikenalnya, ke penghobi lainnya, Yusli akhirnya menemukan puter pelung yang menjadi cikal bakal dirinya sebagai pemain. “Saya akhirnya dapat puter pelung bagus yang  bisa dibuat lomba dan selalu mengantarkan saya meraih juara yang selalu saya ikuti,” jelasnya.

Salah satu kandang ternak yang menghasilkan produk unggulan

Beberapa puter pelung orbitannya ia dapatkan dari peternak-peternak yang ia kenal seperti Hanaya Bird Farm Surabaya milik Shil Muhammad, RBN Bird Farm Surabaya milik Eko Purnomo dan FLA Bird Farm Yogyakarta Prashadi. Dari Hanaya Yusli mendapatkan produk yang ia namakan Kacong, Doser dan Kacong Jr.

Dari RBN ia berhasil memiliki produknya bernama Tramontina dan dari FLA ia menerima produk yang ia namakan Raksasa. Orbitan inilah yang akhirnya mendongkrak nama Yusli Bangkalan sebagai salah satu mania puter pelung yang sukses mencatatkan namanya dalam daftar kejuaraan lomba.

Yusli bangga menjadi bagian dari hobi puter pelung tanah air

Dari seorang pemula, kini Yusli menjadi salah satu pelomba yang memiliki nama sebagai mania puter pelung sukses. Seiring perjalanan waktu ketika dirinya merasa bahwa sudah saatnya ia harus bisa mengorbitkan produk ternaknya, Yusli memutuskan untuk mengkandangkan orbitan-orbitan tersebut.

“Saat saya selalu dapat juara pada setiap lomba yang saya ikuti, ada keinginan untuk bisa mencetak produk sendiri, kebetulan saya punya produk bagus, kenapa tidak saya manfaatkan saja, makanya jago-jago itu saya ternak,” ungkapnya. Sejak saat itulah Yusli resmi menjadi seorang peternak puter pelung.  

Pelan namun pasti, Yusli berhasil mendapatkan anakan dari proses ternak yang dilakoninya. Beberapa produk ternak puter pelung miliknya ada yang diminati pemain lain, ada juga yang ia pakai untuk dilombakan. Anak Kacong, adalah salah satu bukti kualitas produk yang didapatnya.

Shill Muhammad Surabaya (kiri) pernah dapatkan produk Yusli BF

Beberapa kali tarung yang dijejaki, produk yang lahir dari kandang K.1 dengan materi indukan jantan Hanaya 288 (Kacong) bersama pasangannya Rossi 162, sudah menghiasi perjalanan lomba puter pelung yang diikutinya. Dalam tarung di Djatim is Back Surabaya, Anak Kacong sukses menembus urutan 3 Kelas Utama.

Gelaran Tumapel Gedangan Sidoarjo, Kacong juga lolos sebagai juara 2 pada kelas yang sama dan Lomba Puter Pelung P5SI Kades Bringin Sampang memposisikan sebagai juara 2 pada Kelas Utama. Prestasi inilah yang membuat nama Yusli Bird Farm Bangkalan mulai diperhitungkan.

Yusli serahkan produknya pada mania puter pelung Bangkalan

Dari kandang itu juga, Yusli sukses melepas produk unggulannya pada pemain senior Surabaya yakni Shill Muhammad. “Alhamdulillah, produk saya diambil Om Shill, transaksi itu terjadi di sebuah cafe dengan suasana yang menyenangkan,” jelas Yusli tanpa menyebut angka nominal yang disepakati.

Namun yang jelas jika seorang Shill Muhammad menyatakan tertarik pada produk ternak, maka angkanya pasti menggiurkan. Diakui oleh Yusli bahwa sebelum ada juga transaksi yang dilakukan. “Ada produk saya yang dibeli Mas Latif Surabaya, saya bangga karena produk saya juga diminati pelomba seperti Mas Latif,” terang pria yang pernah menekuni hobi merpati balap.

Salah satu kandang ternak Yusli Bird Farm Bangkalan

Selama menjalani sebagai pomba dan peternak, dirinya merasa ada yang menyenangkan. “Hobi puter pelung sangat menyenangkan, orang-orangnya baik, familier, suasanya menyenangkan dan enak, juga bisa dapat teman baru,” katanya lagi. Setelah dirinya merasa menemui keberhasilan menjadi komunitas penghobi puter pelung, ada keinginan lebih yang harus direalisasikan.

Yusli berharap bisa mencetak anakan yang lebih bagus dan lebih enak dari produk yang sudah dihasilkannya. Untuk itulah Yusli mengaku sudah ancang-ancang akan segera berburu indukan yang bisa mengantarkan pada keinginan dan cita-cita tersebut.

Lanjutkan Membaca

Puter Pelung

Ismail Rafi Mojokerto Jebol Indukan Kandang Unggulan Mahadewa BF Tanjung Bumi Bangkalan, Sepakat di Angka Rp 15 Juta

Published

on

Sebagai salah satu mania puter pelung, nama Adi Surya Mahadewa asal Tanjung Bumi Bangkalan, susah memiliki nama yang layak untuk diperhitungkan. Sederet jago-jago yang berhasil diorbitkan menjadi bukti bahwa eksistensinya tidak perlu diragukan lagi. Adi Surya seakan menjadi salah satu ikon puter pelung tanah air.

Advertisements
Ismail Rafi (kiri) jebol kandang unggulan Mahadewa BF Tanjung Bumi

Kenyataan itulah yang menjadi salah satu poin penting mengapa sosok Adi Surya selalu mudah dikenal dan bisa bergaul dengan siapapun. Seperti yang diakui Ismail Rafi, salah satu mania perkutut yang tinggal di Mojokerto. Keinginan untuk melirik hobi puter pelung, akhirnya menjatuhkan pilihan pada Adi Surya bersama Mahadewa miliknya.

Advertisements

“Seorang pemain perkutut asal Mojokerto mulai terkesima puter pelung seketika mendengar nama Mahadewa BF milik Adi Suyo S. Pd Tanjung Bumi, beliau langsung tancap gas menuju markas Mahadewa dan memantau secara langsung,” terang Adi Surya. Sebagai pendatang baru, Ismail Rafi langsung menyatakan ketertarikannya.

Ismail Rafi dapat bonus sangkar khusus lomba dari Adi Surya Mahadewa

Tak tanggung-tanggung, Ismail Rafi langsung melirik pada sebuah kandang yang saat itu ada suara menjerit, tak banyak basa-basi langsung menanyakan berapa harga indukan yang tinggal dalam kandang ternak tersebut. Tanpa melalu proses panjang dan berbelit, akhirnya Adi Surya sepakat untuk melepas sepasang indukan tersebut dengan mahar

Rp. 15.000.000,-

“Alhamdulillah saya pas silaturrohmi kerumah Pak Adi Mahadewa Bird Farm, saya denger anak-anak puter pelung koq enak suaranya, ada beberapa anak-anak yang di sangkar, ternyata masih satu indukan. Kebetulan saya kesana bersama istri dan Tanya-tanya, itu anaknya puter pelung yang mana,” jelas Ismail yang dikenal sebagai kung mania.

Serah terima indukan kandang unggulan dari Adi Surya ke Ismail Rafi

Adi Surya sendiri memberikan penjelasan secara detail apa yang menjadi pertanyaan sang tamu tersbut. “Saya sempat dengerkan juga suara indukan, ternyata emang ciamik, betinanya juga ciamik. Lama-lama saya jatuh hati sama indukan tersebut, apalagi ketika saya dengarkan suara anakannya juga ciamik,” lanjut Ismail Rafi.

Ketika dirinya sempat mempertanyakan apakan indukan tersebut akan dilepas, nampaknya Adi Surya Mahadewa terlihat berat. Tapi demi memberikan dukungan dan semangat untuk pemula, akhirnya terjadi kesepatan untuk memboyong indukan dari Mahadewa ke kandang ternak Rafi Bird Farm Mojokerto.

Ismail Rafi BF Mojokerto siap kembangkan puter pelung trah Mahadewa

“Sebenarnya berat saya melepas indukan, namun karena ingin memberikan support pada pemula dan demi persahabatan dan persaudaraan, maka akhirnya saya melepasnya juga,” ungkap Adi Surya. Diakui ole Adi Surya bahwa kedua indukan tersebut, adalah mantan jawara yang sering mengiringi Adi Surya tarung di beberapa lokasi lomba.

“Makanya ketika saya menentukan pilihan, saya sempat Tanya-tanya pada Pak Adi seputar perjalanan indukan tersebut, plus dan minusnya. Pak Adi memberikan penjelasan detail sehingga saya betul-betul paham, makanya saya tidak ragu untuk mengambil indukan tersebut,” kata Ismail lagi.   

Ditambahkan oleh Adi Surya bahwa kedua indukan tersebut, jantannya adalah anak pertama dari Dewa Brahma ring Baja 285 dengan Anak Mahadewi AM 148 Bird Farm Yogyakarta dan betinanya adalah ring Mahadewa 010, anak dari Mahadewa Baja 84 dengan Betina AM 171 Bird Farm Yogyakarta.

Kandang ternak perkutut milik Rafi BF Mojokerto siap diisi puter pelung

Dari indukan tersebut sudah banyak lahir jawara semisal Kereta Malam, Dewa Brahma, Mahadewa, Mahadewi, Dewa Kayangan. Nama-nama tersebut memang tidak asing lagi sebagai puter pelung petarung di even nasional,. Nama-nama tersebut diakui Adi Surya sebagai cikal bakal puter pelung orbitan Mahadewa.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingan dan masukan tentang puter pelung yang sudah diberikan Pak Adi, apalagi saya juga diberikan kesempatan untuk melahirkan calon jawara dari sepasang indukan tersebut. Saya juga dikasih bonus dua sangkar khusus lomba dengan kualitas yang tidak kalah bagusnya,” imbuh Ismail yang juga sukses jadi peternak perkutut.

Lanjutkan Membaca

Puter Pelung

Lomba Puter Pelung P5SI September Ceria Bekasi, Dikemas Lebih Gebyar dan Meriah, Satrio Piningit Raih Dua Gelar, Kepikiran Juara Madya

Published

on

Lomba Puter Pelung P5SI September Ceria yang digagas Chapter Jabodetabekar, Minggu 27 September 2020 dikemas berbeda dari penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya. LB Bayu selaku ketua panitia mengatakan bahwa gelaran ini sebagai bentuk semangat pengurus untuk lebih meningkatkan mutu dan kualitas even.

Advertisements
Lomba Puter Pelung P5SI September Ceria Bekasi

“Lomba Kali ini dikemas berbeda dengan harapan lebih gebyar serta lebih meriah. Kami mengambil moment yang sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Kami berusaha untuk memberikan yang terbaik dan yang bisa mampu kami lakukan untuk seluruh peserta yang hadir,” tegas LB Bayu.  

Advertisements

Lapangan Kythavin BF Kranggan Bekasi yang dipilih menjadi lokasi acara, disulap sedemikian rumah sehingga mampu menghadirkan nuansa berbeda dari sebelumnya. Deretan banner sebanyak 28 farm yang ada di Jabodetabekar dan Bandung dipasang sebagai bentuk ucapan selamat.

Suasana penjurian berlangsung aman dan lancar

Pemandangan inilah yang membuat suasana sangat menyolok dan seakan menjadi pusat perhatian peserta. suasana dilokasi acara semakin semarak dengan kehadiran sekitar 130 puter pelung milik peserta yang ikut ambil bagian dalam tiga kelas yang dilombakan, yakni Kelas Utama, Kelas Madya dan Kelas BOB.

Arahan protokol kesehatan terpasang jelas di arena lomba

Panitia juga memberlakukan protokol kesehatan bagi mereka yang ada dilokasi acara lewat pengeras suara yang ada di lokasi. “Kami selalu mengingatkan pada peserta dan juga panitia yang lain untuk mengikuti protokol kesehatan agar gelaran memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang ada disekitar lokasi acara,” lanjut LB Bayu.

Trophy juara bagi peserta yang berprestasi

Selain itu, panitia juga tidak lupa untuk menyediakan tempat untuk ibadah bagi peserta dan pengurus muslim, sehingga mereka tidak perlu meninggalkan lokasi acara hanya untuk menjalankan sholat. Sementara itu dari dalam arena diinformasikan, persaingan perebutan posisi kejuaraan berlangsung sengit dan menegangkan.

Banner ucapan selamat dari farm puter pelung mania

Dari hasil penjurian yang dilakukan, akhirnya memutuskan para juara di masing-masing kelas. Untuk Kelas Utama, juara pertama diraih Satrio Piningit, orbitan Solikhudin Tarik BF Ciledug. Puter pelung ternakan NIF 116 yang digantang pada nomor 44 akhirnya ditetapkan sebagai juara pertama.

Banner ucapan selamat dari farm puter pelung mania

Disusul kemudian oleh Kepikiran andalan Hari Sambodo Smile BF Bekasi ring PKJ 299 pada gantangan 50 sebagai juara kedua dan urutan ketiga ada Bingung Mikir milik Harddy Sambodo Smile BF Bekasi pada gantnagan 51 sebagai juara ketiga. Di Kelas Madya, Kepikiran orbitan Hary Sambodo Smile BF Bekasi ring PKJ 299 sebagai juara pertama.

Banner ucapan selamat dari farm puter pelung mania

Disusul kemudian Karang Tunggal andalan H.Agustian Jatiwaringin ring RMM 29 pada nomor gantangan 52 sebagai juara kedua dan urutan ketiga diraih oleh Kamandanu milik LB Bayu LBHS BF Bekasi yang menempati nomor gantangan 46, puter pelung produk ternak Tarik 285.

Banner ucapan selamat dari farm puter pelung mania

Di Kelas BOB yang merupakan partai bergengsi, Satrio Piningit orbitan Solikhudin Tarik BF Ciledug yang menempati nomor gantangan 34 produk ternak NIF 116 sebagai peraih podium pertama. Urutan kedua diraih Kepikiran andalan Hary Sambodo Smile BF Bekasi ring PKJ 299 pada gantangan 40.

Dan podium ketiga menjadi milik Bingung Mikir jago hary Sambodo Smile BF Bekasi produk ternak PKJ 268 pda gantangan 39. Di akhir acara LB Bayu mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta dan juga sponsor yang telah memberikan dukungan dan semangat pada kegiatan ini.

Panitia menyedaiakan tempat sholat bagi peserta dan panitia muslim

“Terima kasih kepada rekan-rekan puter pelung mania yang telah mesupport hingga acara lomba puter pelung terselenggara dengan baik. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Kythavin BF sebagai pemilik tempat lomba, juga terima kasih kepada sponsor Phoenix dan Layung Alus, rekan-rekan yang telah memasang banner serta tidak lupa dukungan team pengurus dan panitia lomba September Ceria,” ungkap LB Bayu.

Lanjutkan Membaca