Connect with us

Perkutut

Akiyo Perkutut Orbitan Bambang Kancil, Kini Tinggal Bersama Moh.Imron Pondok Pesantren Wado Sumedang Jawa Barat dengan Mahar Tanah 4200 Meter

KONBUR Tayang

:

Siapa yang tidak kenal nama Bambang Kancil, kung mania yang memiliki reputasi sebagai pengorbit burung level atas. Eksistensinya di dunia hobi burung perkutut, memang tidak bisa begitu saja diabaikan. Nama Bambang Kancil seakan menjadi referensi bagi kung mania yang memiliki keinginan untuk mendapatkan burung kelas konkurs.

Mohammad Imron saat ini resmi menjadi pemilik Akiyo

Sederet nama perkutut berprestasi sudah tidak bisa dihitung lagi. Setiap kali burung perkutut yang berada ditangannya menjadi pertaruhan mahal baginya untuk bisa diorbitkan pada posisi paling depan dalam daftar kejuaraan. Dari satu konkurs ke konkurs lainnya, dari satu kota ke kota lainnya sudah menjadi cerita perjalanan hidupnya.

Sampai saat ini dirinya masih tetap eksis sebagai kung mania yang terus memoles sekaligus mengorbitkan burung level atas. Andalan yang dimiliki saat ini adalah Akiyo, perkutut yang dianggap sudah banyak memberikan kontribusi dalam melambungkan namanya sebagai kung mania di tingkat paling atas.

Moh Imron lepas tanah 4200 meter demi milik Akiyo

Akiyo diakui Bambang Kancil merupakan perkutut yang selalu memberinya banyak kebahagiaan. “Akiyo bisa dibilang sebagai ATM gue,” jelas kung mania berinisial BK. Nama besar Akiyo nampaknya berimbas pada keturunan-keturunannya. Menurut pengakuannya, anakan Akiyo laris manis dengan bandrol sekitar Rp 16 juta sampai Rp 20 juta.

Pandawa orbitan H.Anang Bali, Pesona milik Heri Bangkalan adalah nama-nama keturunan dari Akiyo. Belum lagi nama lain yang sudah tersebar di beberapa kung mania, baik yang mereka jadikan amunisi ataupun materi kandang. Namun bukan berarti tidak selamanya andalan orbitannya harus selalu bersama dan berada disampingnya.

Ada saat dimana dirinya harus berpisah dan melepasnya untuk pergi meninggalkan temapt baru yang dinilai bisa lebih baik. “Bue emang pemain, tapi bukan berarti gue tidak tertarik ketika ada orang lain yang berminat untuk memiliki burung yang gue orbitin,” terangnya. Nampaknya pemikiran seprti inilah yang harus dialami setiap kali ia mengorbitkan burung berprestasi.

Lokasi tanah seluas 4200 meter yang dijadikan mahar

Karena yang jelas kini, BK sudah tidak mungkin bersama Akiyo lagi karena ada kung mania yang berminat untuk mendapatkan hak asuh Akiyo. Nampaknya Bambang sudah membuat perjanjian resmi menjadikan Akiyo sebagai milik Moh.Imron kung mania yang berasal dari Pondok Pesantren di Dusun Darma Mulya RT 03 RW 05 Desa Mulya Jaya Kecamatan Wado Sumedang Jawa Barat.

“Memang benar bahwa sekarang Akiyo sudah menjadi milik Pak Moh.Imron,” ungkap Bambang. Untuk mendapatkan Akiyo, Moh.Imron harus menukarnya dengan sebidang tanah 4200 meter di atas waduk Jati Gede Malangbong Sumedang Jawa Barat. Akiyo diboyong Moh.Imron bersama betinanya yang selama ini menempati kandang Tio Banggar Bird Farm Bandung.

“Akiyo emang gue ternak bersama betina Haas di kandang Tio Banggar K-2. Sebenarnya Pak Imron jebol kandang tersebut,” lanjut Bambang. Alasan BK memberikan Akiyo pada Moh.Imron bukan semata-mata berbau bisnis semata, tetapi lebih menginginkan adanya kung mania baru yang bisa sukses sebagai peternak seperti dirinya.

Bambang Kancil akhirnya melepas Akiyo orbitan miliknya

“Gue hanya mikir biar Pak Imron bisa ternak burung bagus seperti yang pernah gue lakuin, makanya saya berani kasih dia burung bagus. Ini sebenarnya adalah hubungan yang saling menguntungkan, akan tercapai dan saling mensupport CKM (Cahaya Kalbu Muhammad) atau Bambang seperti Tio Banggar yang sudah tidak asing lagi,” tambah BK lagi.

Menurut pengakuan BK, lepasnya Akiyo memang tidak lepas dari bantuan Roy yang disebut Bambang sebagai brokernya. “Roy punya andil kepindahan Akiyo dari gue ke Pak Imron Sumedang. Dia broker yang gue anggap bisa membuat gue selalu bahagia,” imbuhnya.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.