Connect with us

Ternak

ADR BF Surabaya, Cetak Anakan Kualitas Dari Indukan Juara

AGROBUR Tayang

:

Advertisements
Tika Bird Food Madura

Siapa yang tak kenal Andreas Hardianto, sosok kalem dan murah senyum dengan Venom dan Sodo Lanang sebagai gaco andalannya saat bermain dikelas Anis Kembang, tak hanya itu Andreas juga sukses menghantarkan Meteor alias Lamborghini salah satu gaconya dikelas Murai Batu yang juga masih tampil stabil di jalur juara.

Indukan Prestasi Meteor Bareng Pasangannya Betina Klawu Blorok Ring RDP

Lama tak kelihatan dilapangan, ternyata Andreas bukannya pensiun, belakangan ini ia malah getol breeding, meski baru pemula tapi usaha yang ia geluti sejak beberapa bulan lalu sudah membuahkan hasil, terbukti dengan menetasnya anakan dari trah Meteor alias Lamborghini yang dikawinkan dengan betina kualitas super unggul dengan memiliki karakter tempur dan juga masih ada turunan blorok.

Telaten. Andreas Meloloh Sendiri Para Anakan Hasil Ternakannya

Mengusung nama Ring ADR BF Singkatan dari namanya Andreas Bird Farm, iapun tampak tak mau setengah setengah dalam melakukan breeding para gacoannya terbukti iapun secara telaten meloloh sendiri para anakan hasil kandangnya, seperti yang dilihat semua anakannya tampak tumbuh sehat dan yang bikin tambah semangat kedua anakan perdananya sudah ada yang pesan ungkapnya saat ditemui di rumahnya.

Anakan Dipanen Saat Menginjak Usia 7 hari

Biasanya anakan dipanen dan diambil dari kandeng saat usia 7 hari, kemudian saat memasuki usia 2 minggu atau 14 hari, anakan kemudian dipasangi ring ADR BF, menurut Andreas saat ini iapun telah bergabung dengan ring APBN dan juga ring PBI Silver jelasnya, kemudian anakan ditempatkan didalam sangkar/boks khusus untuk pembesaran dengan selalu didampingi masteran ungkapnya.

Anakan Meteor X Beti Trah Blorok Juara

Menurutnya kegiatan breeding yang ia tekuni saat ini bukan untuk menyaingi siapa siapa, tapi murni hoby yang ia lakukan untuk mengisi waktu luang. Selain itu hasil dari ternaknya juga ia sisihkan untuk amal, dan yang terpenting juga untuk membantu para kicau mania, yang mau mencari trah anakan yang jelas, dengan indukan juara biasa merapat dimari, yang pasti untuk urusan harga cukup bersaing lah ungkapnya.

Baca Juga  Murai Batu Lamborgini Milik Andreas Surabaya : Pendatang Baru Yang Siap Panaskan Kelas Ekor Klewer
Indukan Prestasi Meteor

Untuk saat ini jumlah kandang dan indukan yang ia miliki masih cukup terbatas hal itu ia lakukan semata mata untuk mengedepankan kualitas dari anakan yang ia hasilkan. Sebetulnya kandang dan tempat untuk breeding sudah sudah ada, semoga saja hobi baru yang saya geluti ini diberi kelancaran jadi saya bisa menambah materi indukan guna memenuhi permintaan dari para kicaumania yang ingin mendapatkan anakan dari trah juara milik saya, mengingat sudah ada beberapa teman kicaumania yang sudah rela antri untuk mendapatkan anakan dari hasil breeding yang saya geluti ini.

Andreas Saat Masih Mengawal Meteor Alias Lamborghini Ngoncer Digelaran tribuana Tungga Dewi Beberapa Waktu Lalu

Semoga kedepannya, anakan dari trah Ring ADR BF bisa ikut andil dan turut meramaikan sengitnya kelas Murai Batu yang masih menjadi kelas primadona dan juga kelas paling bergengsi ditiap gelaran lomba, dan semoga saja ditahun yang baru ini kita selalu diberikan kesehatan, kelancaran dan juga pandemic covid 19 yang melanda seluruh negri segera hilang ungkapnya saat ditemui dirumahnya beberapa waktu lalu.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ternak

Murai Batu Ratna Bahari Milik Om Fery BSD, Produktif Di Kandang Ternak, Prestasi Di Gantangan

Published

on

Murai Batu Ratna Bahari
MURAI BATU RATNA BAHARI. Prestasi di Gantangan dan Produktif di Kandang Ternak.
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Materi Indukan penangkaran murai batu Ratna Bird Farm milik Om Fery Kurniawan dari Villa Melati Mas, BSD Tangerang terbukti memang burung berkualitas. Selain sebagai indukan pejantan yang produktif dikandang ternak, juga berprestasi di lapangan. Diantaranya Ratna Bahari yang dalam even PJE di Tagserang Selatan, Rabu (13/1) kemarin dia menuai gelar juara pertama.

Om Fery.

Padahal burung ini baru diangkat pagi harinya sebelum berangkat ke lapangan. “Ya, tadi pagi jam 07.00 WIB diangkat dari kandang ternak, siangnya jam 14.00 saya bawa ke lapangan. Iseng aja karena burung memang mau mabung,” jelasnya.

Sebelum berangkat, pagi hari burung dikasih jangkrik dan ulat hongkong masing-masing 3 ekor. Hasilnya, burung tampil joss. Begitu ketemu lawan kualitas materi lagunya tetap istimewa. 

Isian lagu-lagu suara burung kecil sejenis kenarian, kolibri dibawakannya dengan sempurna. Diselingi tonjolan kapas tempak dan cucak jenggot serta ditutup tembakan celilinan dengan volume suara yang keras dan kasar.

Anakan Ratna Bahari menetas 3 ekor

Menurut Om Ferry, awal mula Ratna Bahari diternakan ketika itu tadinya buat dilombakan, namun karena birahinya terlalu tinggi akhirnya dimasukan ke kandang ternak, dan berhasil mencetak anakan.

Dari beberapa pasangan indukan pejantan di kandang ternaknya, Ratna Bahari merupakan burung simpanan lamanya yang ditempatkannya di kandang nomor 3 yang dipasangkan dengan dua betina (sistem poligami) salah satunya induk betina Anak Tiri dari trah Bintang Arwana BF (BABF) Karawang.

Anak Tunggal

Sejak masuk kandang ternak 7 bulan silam dia sudah dua kali bawa anakan. Anak pertama tunggal, menetas hanya satu ekor. Periode berikutnya, sang betina yang dibuahinya kembali menetaskan anakannya, berjumlah 3 ekor, dua jantan dan satu betina.

Dan, rencananya bila Ratna Bahari beres mabung mau dimainkan lagi ke lapangan selain diternakan. Karena kondisinya ini memang sudah mau memasuki masa mabung. “Selesai mabung masuk kandang ternak dan kembali ke lapangan,” pungkasnya. *agrobur4.

Baca Juga  Venom Anis Kembang Terbaik Di Dandim 0816 Cup Sidoarjo

Lanjutkan Membaca

Ternak

Di Balik Pandemi Covid, dari Pemandu Wisata Eka Santosa Beralih Ternak Murai Batu Ekor Panjang

Published

on

de
Eka Santosa dan Mr. Gembong di salah satu kandang Kubu BF
Advertisements
Tika Bird Food Madura

KETIKA pandemi Covid-19 melanda Bali yang meluluhlantakkan sektor pariwisata berdampak luas terhadap para pekerja pariwisata yang sebagian besar dirumahkan. Tak terkecuali I Wayan Samuel Eka Santosa yang selama ini aktif di dunia pariwisata mesti istirahat sejenak. Namun di balik pandemi Covid-19 ini, Eka Santosa merasakan ada ikmah yang bisa dipetik. Ia merasakan bahwa pariwisata sangat sensitif oleh isu apalagi wabah Covid. Oleh karena itu, setelah lebih dari 10 bulan istirahat, ia mulai memilih haluan dan kembali bangkit.

‘’Tak mungkin kita bisa berlama-lama berdiam diri di rumah tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat,’’ tutur Eka Santosa ketika Agrobur menyambangi rumahnya di Kubu BF Perum Pegending Permai  Blok V Nomor 5 Banjar Pegending Dalung Kuta Utara Badung.

Didampingi Mr. Gembong, pemandu bakat dan sekaligus pemilik jasa pengiriman berbagai macam burung antarpulau dan peternak Blessingme BF Pendeta Budha Mahayana, Eka Santosa yang keseharian sebagai pemandu wisata di KCBJ Tour & Travel ini menyampaikan memilih satu jenis usaha beternak murai batu. Tentu pilihannya pada usaha beternak murai batu karena beberapa alasan.

Eka Santosa mengatakan beternak murai batu yang didasari pada hobi tidak saja menguntungkan secara finansial seperti yang sudah dilakukan oleh ratusan peternak murai batu di Bali, juga bisa mengurangi dampak psikis oleh pandemi Covid dengan mendengarkan suara murai batu di dalam rumah.  ‘’Terus terang saya merasa terhibur oleh kicauan suara murai batu,’’ terang Eka Santosa yang didukung istrinya yang bekerja sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi.

Gladiator, ekor 30 cm up dengan postur tubuh ciamik yang menjadi incaran peternak murai di luar Bali

Sebagai peternak pemula yang banyak mendapat bimbingan dari Mr. Gembong dan juga Pendeta Budha Mahayana, peternak murai ekor panjang berkualitas bergelang Blessingme BF yang sudah berpengalaman di bidangnya, Eka Santosa tidak ingin mengembangkan usaha ini asal-asalan atau mengejar kuantitas, tetapi sebaliknya focus mengedepankan kualitas.

Baca Juga  Venom Anis Kembang Terbaik Di Dandim 0816 Cup Sidoarjo

Karena itu, ketika memilih indukan, Eka Santosa langsung meminang Gladiator yang dikenal kesohor menyimpan darah unggul. Tidak saja memiliki ekor panjang 30 cm up dengan anatomi tubuh yang besar berotot yang bagus, juga memiliki karakter tempur yang kuat. ‘’Walaupun mengeluarkan mahar yang lebih banyak, tetapi saya puas dengan silsilah darahnya dan karakter dari Gladiator yang diharapkan bisa menetaskan anakan yang juga tidak jauh dari induknya Gladiator,’’ terang Eka Santosa.

Demikian juga dengan pasangannya yang sudah dipersiapkan dari betina yang super unggul. Tidak saja postur tubuhnya yang ciamik juga berdarah biru, dari indukan yang ekor panjang dan juga memiliki karakter tempur yang sudah teruji di lapangan. ‘’Saya memulai dari indukan ini dulu sebelum mempersiapkan lahan yang luas di Banjar Pakuseba Desa Taro Tegalalang Gianyar tempat kelahiran saya,’’ ucap Eka Santosa, yang mengawali memasukkan indukan ke kandang tepat tahun baru 1 Januari 2021.

Sharing sesama peternak murai, makin cepat menimba ilmu

Mr. Gembong yang ikut mendampingi proses pembuatan kandang hingga perjodohan menyampaikan Gladiator adalah murai batu yang lahir di Bali dari hasil karya penangkaran Mr. I Gusti Ngurah Praba yang bekerja sama dengan Mr. Gembong  untuk memegang pemasaran keluar pulau Bali.

‘’Walaupun banyak yang ingin meminang, saya tak pernah lepas Gladiator karena sengaja disimpan sejak kecil untuk dipakai indukan sendiri. Tapi Pak Eka Santosa yang begitu berhasrat untuk mulai mengembangkan murai batu trah ekor panjang dengan karakter  tempur yang kuat membuat saya melepaskan karena juga hubungan baik sejak lama,’’ ujar Mr. Gembong seraya mengatakan di tempat yang tepat mudah-mudahan Gladiator meretaskan anakan-anakan ekor panjang dengan karakter tempur yang bagus.

Gladiator sudah memiliki banyak saudara yang sudah banyak merantau ke luar Bali. Di antaranya ke Sumatera, Kalimantan, Jakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Jogja, Jember, Bandung dan Batam.

Baca Juga  Venom Is Back, Sebulan Koleksi 7 Trophy

Walaupun sudah lepas dari tangannya, namun Mr. Gembong tetap dipercaya nantinya untuk memasarkan anak-anak Gladiator ke luar Bali. Untuk memudahkan komunikasi silakan hubungi WA 081237766891 an Mr. gembong. (gde)

Lanjutkan Membaca

Ternak

Breeding Murai Batu AW 99 BF Jakarta: Panen Dari Trah Jawara, Kini Resmi Menggunakan Ring APBN

Published

on

Breeding Murai AW 99 Jakarta
Mr Aris di depan kandang
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Selain sukses mengembangkan penangkaran murai batu di kota kelahirannya di Jepara,  Mr Aris Widarto pemilik AW Ninetynine Bird Farm (AW 99 BF), saat ini kembali dia tengah siap menunggu panen dipenangkarannya yang ada di Jakarta. Ini dia nama materi indukan jantan trah jawaranya.

Bagi Mr Aris   main burung kicauan terutama jenis murai batu sudah sejak lama ditekuninya.  Selain sukses ke lomba dengan sejumlah burung jawara andalannya seperti Naga Hitam, Asoka, Rakuti dan Chupetong, dia juga sudah sejak 10 tahun lalu berhasil budidaya penangkaran murai batu sebanyak 28 petak kandang yang dipercayakan pada kakaknya, Mr Faisol Abdillah  di kampung halamannya di Jepara.

Chupetong Pejantan Pilihan

Di Jakarta tidak kurang dari 5 petak kandang yang kini tengah produksi dengan materi indukan burung-burung jantan eks jawara dan indukan betina pilihan. Menurut Mr Aris yang juga owner FILTRO produk multivitamin herbal khusus segala jenis burung ini, untuk yang di Jakarta pihaknya akan menambah kandang lagi menjadi 10 petak.

Sejumlah indukan jantan yang diternakannya di Jakarta diantaranya Chupetong (ring AW 99BF) yang sudah banyak meraih prestasi, Perisai anakan Centeng masuk Pres Cup 2014 (Ring Izumi BF), Jaguar nominasi piala Kapolres Jaksel (Ring PBI Silver), Dinasti (non ring/hutan) burung prestasi dari Cirebon, dan Suro (non ring/hutan) sudah prestasi dibeberapa even lokalan.

Dari kelima materi indukan pejantan tersebut diatas, kini sudah produksi sebagian diantaranya sedang proses mengeram. “Ya, sebagian diantara betinanya sedang mengeram, sebentar lagi panen,” jelas pria yang juga pemilik Via ReMedia, perusahaan yang bergerak dibidang periklanan ini.

Untuk di Jakarta ini, jumlah indukan dan kandangnya memang terbatas, karena dia sendiri mengedepankan kualitas anakannya. Berbeda halnya dengan yang di Jepara yang sudah lebih dulu penangkarannya dikembangkan disana, sudah banyak mencetak anakan-anak prestasi ditangan para pelanggannya.

Baca Juga  Andreas Hardianto : Makin Hoki Dengan Anakan Kawaguchi
Induk Betina, saat mengeram

Sama halnya dengan yang di Jakarta, penangkaran di Jepara tepatnya di Jl Raya Daren No 4, Nalumsari Jepara (WA 081326554501) dia juga sudah sejak lama menggunakan materi indukan terbaik pilihan.   Dengan  menggunakan variasi materi indukan dari trah burung-burung dari peternak ternama lainnya ini agar kelak anakan yang dihasilkannya bisa lebih berkualitas. Sementara untuk indukan betinanya juga pilihan dari hasil ternakannya sendiri.

Kandang penangkarannya yang di Jakarta  tepat di workshopnya di Jl Pepaya Raya, Jagakarsa Jakarta Selatan (WA 081399000279). Kontruksi kandangnya sederhana, sebagaimana  penangkar murai batu pada umumnya, kandang yang dibangunnya ini juga menggunakan bahan baku material yang sama menggunakan dinding  bata kokoh  masing-masing setiap petaknya ukuran  lebar 90 cm x panjang 2 meter x tinggi 2 meter. Untuk meredam panas, lantai kandang menggunakan tanah berlapis pasir lengkap dengan pepohonannya Sebagai sarana sirkulasi udara, bagian depan yang berlapis kawat halus sebagian terbuka.

Kebutuhan kandang seperti bak mandi, kotak sarang yang menggunakan boks triplek di tempatkan di pojok bagian atas kandang. Saluran air yang menghubungkan ke bak mandi yang di tempatkan di dalam kandang. Kebutuhan jangkrik, kroto maupun ulat disediakan sebanyak-banyaknya, terutama pasangan indukan yang sedang bawa anakan.

Siap panen anakan Chupetong

Bagi indukan jantan maupun induk betina yang tengah mabung atau ganti bulu  di tempatkan di kandang terpisah.  Bila sudah kondisi normal, indukan dijodohkan kembali dengan pasangannya.

Anakan dipanen dari kandang setelah umur di atas 7 hari. Memasuki umur 2 minggu, anakan dipasang ring, dengan kode AW 99 BF.  “Ohya mulai sekarang kita sudah tergabung dengan menggunakan Ring APBN,” jelasnya. Anakan ditempatkan di sangkar/boks khusus untuk pembesaran. Setelah memasuki umur di atas 2 bulan atau sudah bisa makan sendiri anakan ditempatkan di kandang besar, memasuki umur 3 bulan sudah mulai dipasarkan. *agrobur4.

Baca Juga  Venom Anis Kembang Terbaik Di Dandim 0816 Cup Sidoarjo

Lanjutkan Membaca