Connect with us

Perkutut

Ada Legendaris di Latber Royal Family Marina Semarang, Produk Prokung Boyong Juara Kelas Piyik Hanging

KONBUR Tayang

:

Sampai saat ini Semarang masih menjadi zona merah, sehingga segala aktifitas untuk sementara waktu dibatasi. Kondisi ini bertolak belakang dengan keinginan kung mania setempat yang harus segera kembali melakukan kegiatan rutin, yakni turun lapangan. Budi SP selaku Ketua Pengwil P3SI Jawa Tengah mengaku tidak bisa melakukan apa-apa.

Budi SP (kanan) menyerahkan piagam penghargaan bagi peserta yang juara

“Untuk saat ini Semarang ijin masih susah didapat sehingga kami dari kung mania belum berani menggelar kegiatan yang mendatangkan banyak orang. Sementara rekan-rekan sudah tidak bisa menahan untuk segera menuju lapangan, makanya hari ini kami mengadakan kegiatan yang sifatnya latber,” ungkap Budi SP.

Menempati lokasi di Lapangan Royal Family Marina, kung mania Semarang, Salatiga, Kudus dan daerah sekitarnya pada Minggu, 30 Agustus 2020 bersama-sama melakukan kegiatan terbatas yakni latber. “Kalau sekedar mengadakan latihan bersama, tidak masalah karena jumlah orangnya terbatas,” lanjut pemilik Prokung Bird Farm Semarang.

Penyerahan piagam penghargaan bagi peserta yang meraih juara

Lebih lanjut Budi SP mengatakan bahwa meskipun sifatnya latber, tapi kualitas burung yang hadir bagus-bagus, semisal Legendaris amunisi Barlian kung mania Kudus dan jago-jago Andy Susanto Salatiga. “Alhamdulillah saya ucapkan banyak terima kasih kepada Pak Barlian dan Pak Andy Susanto serta kung mania lain atas kehadirannya,” ucap Budi SP.
            Tidak heran jika dalam proses penjurian, ada nilai yang mampu meraih bendera empat warna yang diraih oleh Legendaris yang turun di Kelas Dewasa Bebas. Tidak sedikit pula produk tuan rumah yang menampilkan kualitas terbaiknya, semisal Prokung Bird Farm, Atlas Bird Farm dan Joyo Bird Farm.

Senyum bangga peserta yang mendapatkan piagam penghargaan

Diantara produk tersebut ada yang berhasil menembus perolehan bendera tiga warna hitam. Kenyatan ini akan menjadi awal yang baik untuk eksistensi hobi perkutut di Semarang. Artinya saat ini farm yang ada di Semarang boleh berbangga karena kualitas produk ternaknya sudah semakin meningkat.

Bahkan ada perkutut yang turun di Kelas Piyik Hanging yang berhasil memperoleh bendera tiga warna hitam juara, yakni Betadhine andalan Budi SP Semarang yang sukses mebawa pulang podium pertama. Di Kelas ini pula produk Prokung memboyong trophy lewat produk ternaknya baik yang diorbitkan sendiri ataupun kung mania lain.

“Sebenarnya prokung tidak mengeluarkan semua produk ternaknya, ada beberapa yang disimpan dan kualitasnya tidak bisa dianggap enteng,” kata Budi SP lagi. Dikatakan oleh Budi SP bahwa kegiatan ini memiliki banyak manfaat. Bagi pemain, ajang ini bisa dijadikan ajang untuk mencari amunisi guna persiapan konkurs yang akan datang.

Peserta yang ditetapkan sebagai juara erayakan kemenangan

Bagi pemula, mereka mencoba keberuntungan dengan berhadapan dengan orbitan yang sudah memiliki pengalaman lebih banyak. Para pemula seakan ikut bersaing memperebutkan posisi kejuaraan. Karena mereka juga memiliki kesempatan yang sama untuk menang. Rencananya, kegiatan seperti ini akan rutin dilakukan setiap dua minggu sekali. Selama proses acara berlangsung, protokol kesehatan masih menajdi perhatian yang tidak bisa dihilangkan.

“Kami menilai bahwa kegiatan ini yang penting adalah keguyuban, makan bersama saling mengapresiasi burung yang dilombakan,” imbuh Budi SP. Tukar bahan ternak adalah kegiatan yang juga dilakukan. Salah satunya Prokung memboyong kandang Atlas K.333 atau disebut juga jebol kandang dengan nilai transaksi sebesar Rp 40 juta.

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.