Connect with us

Profil

Abang Adek Bangkalan, Satukan Perbedaan Sukses Mengukir Prestasi di Arena Lomba

KONBUR Tayang

:

Tahun 2012 menjadi awal kemunculan dua saudara kembar yakni H.Edo dan H.Eno didunia hobi burung berkicau. Label Abang Adek langsung disematkan kepada mereka untuk menjadi brand resmi. Alm. H.Ridwan tokoh burung berkicau Surabaya ketika itu memiliki peran penting terbentuknya Abang Adek.

H.Edo (kaos hitam) diantara anggota Abang Adek Bangkalan

“Terus terang Alm.H.Ridwan yang telah menginspirasi kami untuk menekuni hobi burung berkicau, apalagi Abah kami juga mendukung penuh,” terang H.Edo. Back up kuat dari dua tokoh kawak yakni H.Ridwan sang paman dan H.Jajak Bangkalan yang merupakan orang tua mereka, menjadi jalan mudah baginya untuk bisa segera memulai hobi.

Lambat laun eksistensi Abang Adek di arena lomba menyedot perhatian beberapa penghobi di Bangkalan, mereka seakan tertarik untuk bisa masuk menjadi bagian dari Abang Adek. “Saya senang ternyata kehadiran kami membuat beberapa pemain tertarik untuk bergabung, pada waktu itu kami tidak bisa menolak dan juga menerima kehadiran mereka,” lanjut H.Edo.

Raih Juara Umum, prestasi yang perna didapat Abang Adek

Artinya, siapapun boleh memilih dan terpilih untuk bisa bergabung. Dirinya berharap proses seleksi alam yang akan menentukan apakah dari mereka bisa menjadi bagian dari Abang Adek atau tidak. Seiring perjalanan waktu, Abang Adek terus menjejakkan kaki dan membentangkan sayap di dunia hobi burung berkicau.

Wadah komunitas mania burung berkicau ini berusaha untuk selalu eksis disetiap arena lomba. Bahkan tidak hanya satu lokasi lomba, mereka berupaya membagi kekuatan agar bisa mendukung setiap even. “Kami hadir murni sebagai pemain, makanya lomba menjadi tujuan kami, selama kami siap, pantang bagi kami untuk melewatkan gelaran lomba burung,” lanjut H.Edo.

Abang Adek Bangkalan tak pernah melewatkan gelaran lomba burung berkicau

Saat ini ada sekitar 24 anggota Abang Adek. Dengan latar belakang berbeda, H.Edo mampu mempersatukan anggota. “Sebenarnya anggota kami memiliki watak dan sifat yang keras, ciri khas orang Madura, terlebih mereka juga berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari pemain, juri dan juga peternak, namun Alhamdulillah kami bisa tetap kompak dan rukun,” jelas H.Edo.

Dalam setiap kali hadir di arena lomba, tidak ada yang namanya persaingan antar anggota untuk mengorbitkan burung dengan saling menjegal. “Saya selalu katakan kepada teman-teman agar selalu berperilaku baik, jujur, setia, terbuka dan saling mendukung satu sama lain,” kata H.Edo lagi.

Kemenangan demi kemenangan jadi langganan Abang Adek

Ketika ada salah paham diantara anggota, H.Edo langsung menuntaskan dengan jalan memanggil mereka yang berselisih paham. Menurutnya, jangan sampai di dalam tubuh Abang Adek terjadi riak-riak yang bisa memicu adanya perpecahan. Semua harus bersatu, buang semua ego, jangan menyimpan dendam dan berusaha menjadi sebuah kekuatan untuk terus mengeksiskan Abang Adek di dunia hobi burung berkicau.

H.Edo juga mengaku berusaha mengatur ritme agenda lomba. Karena Abang Adek membawa misi meramaikan hobi burung berkicau, maka diupayakan setiap gelaran bisa dihadiri. Nah, jadwal inilah yang selalu mereka pertimbangkan. Agenda mana yang bakal mereka hadiri.

Kompak dan rukun, selalu diperlihatkan Abang Adek Bangkalan

“Terus terang ketika ada lomba bersamaan dan sama-sama mengundang saya, maka penyelenggara yang pertama kali menghubungi, akan saya hadiri sendiri, sedangkan yang lain, biasanya teman-teman yang datang,” ungkap H.Edo lagi. Dan selama ini tidak ada target yang ditetapkan dan diwajibkan bagi anggota Abang Adek untuk selalu meraih juara ketika turun lomba.

Gatot Brajamusti mewakili Abang Adek saat raih juara umum

“Kami datang karena menyalurkan hobi, karena kami ingin bermain jujur dan tidak selalu memaksakan diri, soal kalah dan menang bagi kami itu urusan yang kesekian kali. Yang penting kami bisa happy,” imbuhnya. Meski demikian Abang Adek tetap mempersiapkan amunisi untuk menunjang hobinya lewat koleksi andalan seperti Murai Batu Bon Jovi, Cucak Hijau Gegana, Bajul Ijo dan Cendet Gatot Koco, Kabut Suci, Doraemon, Sajadah, Blater, Begal dan sederet jago-jago lain yang selalu sukses meraih juara.

Berkat amunisi handal itulah, tidak jarang Abang Adek berhasil dianugerahkan sebagai juara umum dalam setiap even yang diikutinya. Diakui oleh mereka bahwa bukan saja even regional yang sudah mereka jajaki, tetapi even nasional di luar Jawa Timur seperti Airin Cup Tangerang dan Piala Raja Yogyakarta pernah menjadi ajang yang dikunjungi.

Markas Abang Adek Bangkalan jadi jujukan anggota untuk sharing

Misi “Kita Bisa Karena Kita Bersama” menjadi pegangan yang sampai saat ini masih terus mereka junjung tinggi. H.Edo menekankan untuk selalu membuang jauh-jauh kepentingan pribadi, ketidakjujuran, mau menang sendiri dan perilaku burung yang bisa menghambat kemajuan dan eksistensi Abang Adek sendiri.

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.