Connect with us

Ternak

U-10 BF Jakarta, Cetak Albarkah Jr Generasi Baru Murai Batu Koleksi Om Andre Kemang

AGROBUR Tayang

:

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Uten ditangannya banyak cetak burung unggulan
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Menangkar burung murai batu jagoannya di lapangan kini banyak dilakukan kicaumania khususnya di Jabodetabek. Om Andre Kemang salah satu diantaranya, dimasa musim libur lomba seperti saat ini menjadi momen yang pas saatnya menangkarkan burung andalan guna melahirkan generasi penerus sang gacoan.

Untuk mencetak trah burung unggulannya bernama Albarkah ini Om Andre mempercayakan pada Uten pemilik U-10 BF di kawasan Lenteng Agung Jakarta Selatan. U-10 BF sendiri selama ini dikenal sebagai peternak murai batu yang sudah banyak melahirkan anakan-anakan bagus.

Murai batu Albarkah tak lain merupakan burung istimewa koleksi andalan Om Andre. Sudah lebih dari 3 tahun burung tersebut ditangannya. Sejumlah prestasi cemerlang  diraihnya diberbagai lomba berskala nasional maupun regional. Burung ini selain memiliki kualitas materi isian mewah, durasi kerjanya juga hebat. 

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Om Andre Kemang saat menjelang gantanng Albarkah

Menurut pemiliknya, dia termasuk tipe burung jujur, setiap dibawa ke lapangan dan ketemu lawan, pasti jalan. Itu sebabnya, untuk melahirkan generasi selanjutnya Om Andre berusaha menternakannya, dengan cara menitipkannya ke peternak yang selama ini sudah dikenal sukses dan berhasil, diantaranya U-10 BF ini.

Meskipun masuk kandang ternak, bukan berarti Albarkah pensiun di lapangan lomba. Kalau situasi sudah kondusif dan kondisi burungnya maksimal dia bakal persiapkan kembali ke lapangan.

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Albarkah di Kandang Ternak

U-10 BF, selain menternak koleksi burung murai batu pribadi yang jumlahnya terbatas hanya beberapa pasang saja, juga ada beberapa pemilik burung jawara lainnya  yang menitipkan padanya untuk dibudidayakan dan berhasil.

Disela kesibukannya, Uten yang berprofesi sebagai guru disalah satu SMK di Jakarta dalam merintis penangkarannya dimulai sejak 4 tahun silam. Minatnya menangkar diawali dari  hobinya sebagai pemain murai batu. Itu sebabnya dia lebih faham memilih dan menentukan calon indukan pejantan maupun betina yang berkualitas.

Baca Juga  Mr Memed Kobac Jakarta, Banyak Orbitkan Murai Batu Juara
Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Albarkah Jr

Dari pengalamannya sebagai pemain ini yang membuatnya berhasil mencetak anakan unggulan. “Sekarang saya dititipkan Albarkah milik Om Andre untuk dibudidayakan disini, “ jelasnya.

Menurutnya, sejak beberapa bulan menjadi penghuni U-10 BF sudah dua kali Albarkah mencetak anakannya. Anakan pertama lahir betina, dan anakan kedua jantan. Tampaknya, anakannya yang baru berumur beberapa pekan ini bakal memiliki kualitas istimewa ang diturunkan kedua indukannya.

Breeding Murai U-10 BF Jakarta

Pasangan betina yang dijodohkan dengan Albarkah sendiri bukan burung sembarangan, induk betina yang dipasangkannya tak lain dari trah dari ternakan H Arif, Aster BF Jogya. Produk Aster BF sendiri selama ini memang dikenal menggunakan indukan-indukan betina maupun pejantan unggulan.

Anakan-anakan Albarkah kelak nantinya menurut Om Andre akan dipeliharanya sebagai koleksi pribadinya. “Karena Albarkah itu kan burung kesayangan saya, makanya diternak agar melahirkan generasinya, semoga saja berkah,” pungkasnya diakhir obrolannya.  *agrobur4.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ternak

Murai Batu Ratna Bahari Milik Om Fery BSD, Produktif Di Kandang Ternak, Prestasi Di Gantangan

Published

on

Murai Batu Ratna Bahari
MURAI BATU RATNA BAHARI. Prestasi di Gantangan dan Produktif di Kandang Ternak.
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Materi Indukan penangkaran murai batu Ratna Bird Farm milik Om Fery Kurniawan dari Villa Melati Mas, BSD Tangerang terbukti memang burung berkualitas. Selain sebagai indukan pejantan yang produktif dikandang ternak, juga berprestasi di lapangan. Diantaranya Ratna Bahari yang dalam even PJE di Tagserang Selatan, Rabu (13/1) kemarin dia menuai gelar juara pertama.

Om Fery.

Padahal burung ini baru diangkat pagi harinya sebelum berangkat ke lapangan. “Ya, tadi pagi jam 07.00 WIB diangkat dari kandang ternak, siangnya jam 14.00 saya bawa ke lapangan. Iseng aja karena burung memang mau mabung,” jelasnya.

Sebelum berangkat, pagi hari burung dikasih jangkrik dan ulat hongkong masing-masing 3 ekor. Hasilnya, burung tampil joss. Begitu ketemu lawan kualitas materi lagunya tetap istimewa. 

Isian lagu-lagu suara burung kecil sejenis kenarian, kolibri dibawakannya dengan sempurna. Diselingi tonjolan kapas tempak dan cucak jenggot serta ditutup tembakan celilinan dengan volume suara yang keras dan kasar.

Anakan Ratna Bahari menetas 3 ekor

Menurut Om Ferry, awal mula Ratna Bahari diternakan ketika itu tadinya buat dilombakan, namun karena birahinya terlalu tinggi akhirnya dimasukan ke kandang ternak, dan berhasil mencetak anakan.

Dari beberapa pasangan indukan pejantan di kandang ternaknya, Ratna Bahari merupakan burung simpanan lamanya yang ditempatkannya di kandang nomor 3 yang dipasangkan dengan dua betina (sistem poligami) salah satunya induk betina Anak Tiri dari trah Bintang Arwana BF (BABF) Karawang.

Anak Tunggal

Sejak masuk kandang ternak 7 bulan silam dia sudah dua kali bawa anakan. Anak pertama tunggal, menetas hanya satu ekor. Periode berikutnya, sang betina yang dibuahinya kembali menetaskan anakannya, berjumlah 3 ekor, dua jantan dan satu betina.

Dan, rencananya bila Ratna Bahari beres mabung mau dimainkan lagi ke lapangan selain diternakan. Karena kondisinya ini memang sudah mau memasuki masa mabung. “Selesai mabung masuk kandang ternak dan kembali ke lapangan,” pungkasnya. *agrobur4.

Baca Juga  Murai Batu Merapi Debutan Baru Mr Bonni, Baru Lepas Trotol Dua Hari Berturut-turut Juara Pertama Dikelas Utama

Lanjutkan Membaca

Ternak

ADR BF Surabaya, Cetak Anakan Kualitas Dari Indukan Juara

Published

on

Advertisements
Tika Bird Food Madura

Siapa yang tak kenal Andreas Hardianto, sosok kalem dan murah senyum dengan Venom dan Sodo Lanang sebagai gaco andalannya saat bermain dikelas Anis Kembang, tak hanya itu Andreas juga sukses menghantarkan Meteor alias Lamborghini salah satu gaconya dikelas Murai Batu yang juga masih tampil stabil di jalur juara.

Indukan Prestasi Meteor Bareng Pasangannya Betina Klawu Blorok Ring RDP

Lama tak kelihatan dilapangan, ternyata Andreas bukannya pensiun, belakangan ini ia malah getol breeding, meski baru pemula tapi usaha yang ia geluti sejak beberapa bulan lalu sudah membuahkan hasil, terbukti dengan menetasnya anakan dari trah Meteor alias Lamborghini yang dikawinkan dengan betina kualitas super unggul dengan memiliki karakter tempur dan juga masih ada turunan blorok.

Telaten. Andreas Meloloh Sendiri Para Anakan Hasil Ternakannya

Mengusung nama Ring ADR BF Singkatan dari namanya Andreas Bird Farm, iapun tampak tak mau setengah setengah dalam melakukan breeding para gacoannya terbukti iapun secara telaten meloloh sendiri para anakan hasil kandangnya, seperti yang dilihat semua anakannya tampak tumbuh sehat dan yang bikin tambah semangat kedua anakan perdananya sudah ada yang pesan ungkapnya saat ditemui di rumahnya.

Anakan Dipanen Saat Menginjak Usia 7 hari

Biasanya anakan dipanen dan diambil dari kandeng saat usia 7 hari, kemudian saat memasuki usia 2 minggu atau 14 hari, anakan kemudian dipasangi ring ADR BF, menurut Andreas saat ini iapun telah bergabung dengan ring APBN dan juga ring PBI Silver jelasnya, kemudian anakan ditempatkan didalam sangkar/boks khusus untuk pembesaran dengan selalu didampingi masteran ungkapnya.

Anakan Meteor X Beti Trah Blorok Juara

Menurutnya kegiatan breeding yang ia tekuni saat ini bukan untuk menyaingi siapa siapa, tapi murni hoby yang ia lakukan untuk mengisi waktu luang. Selain itu hasil dari ternaknya juga ia sisihkan untuk amal, dan yang terpenting juga untuk membantu para kicau mania, yang mau mencari trah anakan yang jelas, dengan indukan juara biasa merapat dimari, yang pasti untuk urusan harga cukup bersaing lah ungkapnya.

Baca Juga  Kenari Wisanggeni Hattrick Di Mocca Caffe Birds Contest Bogor, Ini Dia Profilnya
Indukan Prestasi Meteor

Untuk saat ini jumlah kandang dan indukan yang ia miliki masih cukup terbatas hal itu ia lakukan semata mata untuk mengedepankan kualitas dari anakan yang ia hasilkan. Sebetulnya kandang dan tempat untuk breeding sudah sudah ada, semoga saja hobi baru yang saya geluti ini diberi kelancaran jadi saya bisa menambah materi indukan guna memenuhi permintaan dari para kicaumania yang ingin mendapatkan anakan dari trah juara milik saya, mengingat sudah ada beberapa teman kicaumania yang sudah rela antri untuk mendapatkan anakan dari hasil breeding yang saya geluti ini.

Andreas Saat Masih Mengawal Meteor Alias Lamborghini Ngoncer Digelaran tribuana Tungga Dewi Beberapa Waktu Lalu

Semoga kedepannya, anakan dari trah Ring ADR BF bisa ikut andil dan turut meramaikan sengitnya kelas Murai Batu yang masih menjadi kelas primadona dan juga kelas paling bergengsi ditiap gelaran lomba, dan semoga saja ditahun yang baru ini kita selalu diberikan kesehatan, kelancaran dan juga pandemic covid 19 yang melanda seluruh negri segera hilang ungkapnya saat ditemui dirumahnya beberapa waktu lalu.

Lanjutkan Membaca

Ternak

Di Balik Pandemi Covid, dari Pemandu Wisata Eka Santosa Beralih Ternak Murai Batu Ekor Panjang

Published

on

de
Eka Santosa dan Mr. Gembong di salah satu kandang Kubu BF
Advertisements
Tika Bird Food Madura

KETIKA pandemi Covid-19 melanda Bali yang meluluhlantakkan sektor pariwisata berdampak luas terhadap para pekerja pariwisata yang sebagian besar dirumahkan. Tak terkecuali I Wayan Samuel Eka Santosa yang selama ini aktif di dunia pariwisata mesti istirahat sejenak. Namun di balik pandemi Covid-19 ini, Eka Santosa merasakan ada ikmah yang bisa dipetik. Ia merasakan bahwa pariwisata sangat sensitif oleh isu apalagi wabah Covid. Oleh karena itu, setelah lebih dari 10 bulan istirahat, ia mulai memilih haluan dan kembali bangkit.

‘’Tak mungkin kita bisa berlama-lama berdiam diri di rumah tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat,’’ tutur Eka Santosa ketika Agrobur menyambangi rumahnya di Kubu BF Perum Pegending Permai  Blok V Nomor 5 Banjar Pegending Dalung Kuta Utara Badung.

Didampingi Mr. Gembong, pemandu bakat dan sekaligus pemilik jasa pengiriman berbagai macam burung antarpulau dan peternak Blessingme BF Pendeta Budha Mahayana, Eka Santosa yang keseharian sebagai pemandu wisata di KCBJ Tour & Travel ini menyampaikan memilih satu jenis usaha beternak murai batu. Tentu pilihannya pada usaha beternak murai batu karena beberapa alasan.

Eka Santosa mengatakan beternak murai batu yang didasari pada hobi tidak saja menguntungkan secara finansial seperti yang sudah dilakukan oleh ratusan peternak murai batu di Bali, juga bisa mengurangi dampak psikis oleh pandemi Covid dengan mendengarkan suara murai batu di dalam rumah.  ‘’Terus terang saya merasa terhibur oleh kicauan suara murai batu,’’ terang Eka Santosa yang didukung istrinya yang bekerja sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi.

Gladiator, ekor 30 cm up dengan postur tubuh ciamik yang menjadi incaran peternak murai di luar Bali

Sebagai peternak pemula yang banyak mendapat bimbingan dari Mr. Gembong dan juga Pendeta Budha Mahayana, peternak murai ekor panjang berkualitas bergelang Blessingme BF yang sudah berpengalaman di bidangnya, Eka Santosa tidak ingin mengembangkan usaha ini asal-asalan atau mengejar kuantitas, tetapi sebaliknya focus mengedepankan kualitas.

Baca Juga  Aksi Cucak Hijau Ki Gendeng Tak Terbendung, Cetak Hattrick Di BnR Kavling Jaksel

Karena itu, ketika memilih indukan, Eka Santosa langsung meminang Gladiator yang dikenal kesohor menyimpan darah unggul. Tidak saja memiliki ekor panjang 30 cm up dengan anatomi tubuh yang besar berotot yang bagus, juga memiliki karakter tempur yang kuat. ‘’Walaupun mengeluarkan mahar yang lebih banyak, tetapi saya puas dengan silsilah darahnya dan karakter dari Gladiator yang diharapkan bisa menetaskan anakan yang juga tidak jauh dari induknya Gladiator,’’ terang Eka Santosa.

Demikian juga dengan pasangannya yang sudah dipersiapkan dari betina yang super unggul. Tidak saja postur tubuhnya yang ciamik juga berdarah biru, dari indukan yang ekor panjang dan juga memiliki karakter tempur yang sudah teruji di lapangan. ‘’Saya memulai dari indukan ini dulu sebelum mempersiapkan lahan yang luas di Banjar Pakuseba Desa Taro Tegalalang Gianyar tempat kelahiran saya,’’ ucap Eka Santosa, yang mengawali memasukkan indukan ke kandang tepat tahun baru 1 Januari 2021.

Sharing sesama peternak murai, makin cepat menimba ilmu

Mr. Gembong yang ikut mendampingi proses pembuatan kandang hingga perjodohan menyampaikan Gladiator adalah murai batu yang lahir di Bali dari hasil karya penangkaran Mr. I Gusti Ngurah Praba yang bekerja sama dengan Mr. Gembong  untuk memegang pemasaran keluar pulau Bali.

‘’Walaupun banyak yang ingin meminang, saya tak pernah lepas Gladiator karena sengaja disimpan sejak kecil untuk dipakai indukan sendiri. Tapi Pak Eka Santosa yang begitu berhasrat untuk mulai mengembangkan murai batu trah ekor panjang dengan karakter  tempur yang kuat membuat saya melepaskan karena juga hubungan baik sejak lama,’’ ujar Mr. Gembong seraya mengatakan di tempat yang tepat mudah-mudahan Gladiator meretaskan anakan-anakan ekor panjang dengan karakter tempur yang bagus.

Gladiator sudah memiliki banyak saudara yang sudah banyak merantau ke luar Bali. Di antaranya ke Sumatera, Kalimantan, Jakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Jogja, Jember, Bandung dan Batam.

Baca Juga  Ini Dia Burung-burung Yang Prestasinya Mengkilap Di Melvin Cup NzR Cibubur Jakarta, Berikut Daftar Juaranya

Walaupun sudah lepas dari tangannya, namun Mr. Gembong tetap dipercaya nantinya untuk memasarkan anak-anak Gladiator ke luar Bali. Untuk memudahkan komunikasi silakan hubungi WA 081237766891 an Mr. gembong. (gde)

Lanjutkan Membaca